Anggota DPR Hillary Lasut Laporkan Komika Mamat Alkatiri ke Polda Metro

ADVERTISEMENT

Anggota DPR Hillary Lasut Laporkan Komika Mamat Alkatiri ke Polda Metro

Yulida Medistiara - detikNews
Selasa, 04 Okt 2022 10:46 WIB
Jakarta -

Anggota Komisi I DPR Fraksi NasDem Hillary Brigitta Lasut melaporkan komika Mamat Alkatiri ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut dilayangkan terkait dugaan pencemaran nama baik.

"Pencemaran nama baik Pasal 310 KUHP," demikian dikutip dari foto surat tanda terima laporan kepolisian yang diunggah Brigitta di akun Instagramnya @hillarybrigitta, Selasa (4/10/2022).

Laporan tersebut dibuat pada 3 Oktober 2022 di Polda Metro Jaya. Dalam laporan tersebut tertulis Brigitta sebagai korban.

Dalam caption postingan tersebut, Brigitta menyayangkan penggunaan kata kasar dalam materi roasting yang disampaikan Mamat Alkatiri. Dia mengatakan penggunaan kata kasar tidak pas untuk digunakan sebagai kritik. Menurut dia, penggunaan kata kasar lebih tepat termasuk bully atau pelecehan verbal.

"Yang bilang an***g dan t*i bukan penghinaan coba aja kalo dia ngomong begini ke ibu atau anak kalian 🤣 memang pejabat publik boleh di kritik. Tapi setau saya di Indonesia mau dia pejabat publik mau dia pembantu rumah tangga, tetap tidak boleh di bully apalagi di maki. Gausah bawa-bawa saya pejabat publik harus siap di kritik deh. T*i dan go***k bukan kritik. Itu bully dan verbal harrasment," kata Brigitta.

Brigitta menambahkan, pejabat publik, pembantu rumah tangga, atau siapa pun warga negara mempunyai hak untuk dilindungi harkat martabatnya dari kekerasan verbal.

"Saya tidak tau orang tuanya atau gurunya pak Mamat mungkin mengajarkan kata t*i dan go***k sebagai jenis kritik yang bisa kita sampaikan kepada semua orang dan tetap dianggap bukan penghinaan atau mungkin t*i dan go***k diajarkan sebagai kritik yang berfaedah," katanya.

"Tapi jaman saya dulu sih boro-boro pejabat negara, kalo saya bilang orang tua saya atau guru saya atau bahkan pembantu rumah saya t*i atau go***k, saya pasti dihukum berat oleh orang tua saya," katanya.

Sebagai mahasiswa hukum, Briggita mengaku melaporkan Mamat bukan karena takut disebut antikritik. Namun, menurutnya, laporan tersebut untuk menegakkan hukum bagi dirinya sendiri.

"Pejabat-pejabat banyak yang malah jadi korupsi karena takut diperas dan di giring opini oleh orang-orang tidak bertanggung jawab yang membuat kritikan atau roasting-an berdasarkan pesanan yang memberi honor dan atau menghalalkan segala cara untuk menaikkan diri sendiri dengan menjatuhkan orang lain. Sudah cukup yang seperti ini," katanya.

Sementara itu, dihubungi melalui pesan singkat, Brigitta membenarkan laporan tersebut. Dalam bukti laporan di Instagramnya, yang melaporkan adalah pengacara Brigitta, Muhammad Fauzan Rahawarin.

Briggita menyampaikan laporan tersebut dilakukan atas pernyataan Mamat dalam sebuah diskusi politik. Saat itu, Mamat, menurut Brigitta, tidak menyimak pernyataannya secara lengkap, namun justru saat giliran Mamat yang berbicara, Brigitta merasa dihina hingga dicemarkan nama baiknya.

"Bisa di tonton di Instagram. Saya diskusi politik dengan mahasiswa. Mamat nongkrong dibawah ngerokok selama saya pemaparan ga full didengar tapi pas giliran bicara malah ga nyambung dengan yang saya sampaikan dan memaki-maki saya," kata Brigitta.

"Saya bukannya di roasting malah di bully, di bentak-bentak t*i go***k dibilang ga tau fungsi legislasi dihina dan dicemarkan nama baik. Dilecehkan seperti diajak berantem di belakang saya dan diroasting setelah saya balik dari acara diskusi terbuka. Orang sekarang terlalu sering atas nama bercanda menginjak harkat martabat orang lain lalu bersembunyi di bawah kata-kata jangan baper," imbuhnya.

Brigitta mengakui sebagai pembantu masyarakat, namun menurutnya pembantu memiliki harga diri. Namun ia meminta penyampaian kritik tidak boleh menggunakan kata hinaan.

"Saya memang pembantu masyarakat, tapi pembantu juga punya harga diri. Kami boleh di kritik tapi jangan di hina. Kami nggak perlu dipuji tapi nggak boleh di maki. Pembantu rumah tangga digaji memang sama majikannya tapi bukan berarti boleh di injak-injak, di maki-maki, dan di bully bahkan sampai di fitnah," katanya.

"Jangan jadi kalau digaji nggak boleh punya harga diri? Pembantu juga dijamin hak nya oleh undang-undang. Kebiasaan nih orang-orang begini. Ngerasa udah menggaji jadi lupa itu anak orang. Manusia juga. Setara kita semua. Kalo kerjanya bagus dapat reward tapi kalau kerjanya jelek dapat punishment," tuturnya.

Brigitta menambahkan tentang falsafah tua dari Minahasa, yang berbunyi Sitou Timou Tumou Tou. Sitou Timou Tumou Tou adalah falsafah atau pandangan hidup yang berarti "orang hidup menghidupi orang lain".

"Banggalah ketika Anda sudah bisa memanusiakan manusia lain, bukan membunuh karakter manusia lain. Semua ini hanya bisa diemban ketika kita berkomitmen untuk punya rasa Kemanusiaan. Jangan malu dibilang Kebawa Perasaan, karena manusia tidak berperasaan akan menjadi manusia yang tidak manusiawi, karena idealnya dan seharusnya Manusia memang punya perasaan. Tuhan yang menciptakan," ujar Brigitta.

Brigitta menilai berbahaya jika generasi berikutnya menganggap mempunyai perasaan sebagai sesuatu yang memalukan, padahal menurutnya, seharusnya seseorang malu ketika berprilaku tidak berperasaan. Brigitta mengatakan, zaman sekarang banyak yang malu menunjukan bahwa ia mempunyai perasaan, seakan yang baik itu ketika tidak punya perasaan dan tidak punya malu.

"Manusia tidak punya perasaan akan menjadi manusia yang tidak punya malu. Manusia yang tidak punya malu akan menjadi manusia yang tidak punya moral dan etika. Manusia tanpa moral dan etika tidak ada bedanya dengan binatang," katanya.

(yld/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT