Sudargo, Korban Gempa yang Dilupakan Keluarganya

Sudargo, Korban Gempa yang Dilupakan Keluarganya

- detikNews
Senin, 10 Jul 2006 17:00 WIB
Klaten - Sudargo cukup menderita merasakan patah tulang kaki akibat gempa pada 27 Mei lalu. Namun yang membuat lelaki tuli bisu dan kehilangan memori ini lebih menderita adalah tidak ada keluarga yang mengurusnya sejak hari pertama gempa.Sudargo adalah salah satu dari puluhan korban gempa sekarang masih dirawat di RSUP Soeradji Tirtonegoro, Klaten. Bahkan tidak jelas, hingga kapan dia akan tetap berada di sana karena pihak rumah sakit juga masih kebingungan menanganinya.Sudargo adalah pasien tuli bisu yang dibawa ke rumah sakit tersebut pada 27 Mei oleh para relawan dalam kondisi patah tulang kaki. Tidak diketahui nama dan alamatnya secara pasti. Untuk identifikasi lalu dia diberi nama Mr X dari Gantiwarno karena tim relawan menemukannya di Kecamatan Gantiwarno, Klaten.Lebih menyedihkan lagi, selain patah tulang Sudargo juga kehilangan memorinya. Dia sama sekali tidak bisa mengingat keluarga maupun alamat rumahnya. "Baru sepekan lalu kami mengetahui namanya dari komunikasi bahasa isyarat," dr Widodo, salah seorang dokter yang menanganinya, Senin (10/7/2006).Kondisi tersebut diperparah dengan tidak adanya satu pun anggota keluarganya yang mencari keberadaannya. Semenjak hari pertama gempa hingga hari ini tidak ada satu pun keluarga yang mengurus lelaki berusia sekitar 43 tahun tersebut.Menurur Widodo, sebetulnya pihak rumah sakit juga menunggu-nunggu kehadiran keluarga Sudargo. Bukan untuk tagihan bayaran namun agar segera mengurus dan membawanya pulang mengingat kondisinya yang sudah membaik."Hingga saat ini belum ada anggota keluarga yang menjenguk, padahal kondisi Sudargo sudah membaik dan sudah boleh dibawa pulang. Sedangkan pasien baru bisa mengingat namanya sendiri. Nama-nama anggota keluarga maupun alamat rumahnya sama sekali belum ingat," ujarnya.Pihak rumah sakit, tambah Widodo, sedang mengupayakan bantuan dari dinas sosial untuk membawa Sudargo ke panti penampungan agar mendapat perawatan yang lebih memadai. Sebab semakin lama di rumah sakit dikhawatirkan semakin mengganggu kondisi kesehatan mental Sudargo. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads