Legislator Golkar Sebut Peretasan Terhadap Jurnalis Ancam Demokrasi

ADVERTISEMENT

Legislator Golkar Sebut Peretasan Terhadap Jurnalis Ancam Demokrasi

Dea Duta Aulia - detikNews
Selasa, 04 Okt 2022 09:34 WIB
Partai Golkar menggelar diskusi bertemakan Bersatu Melawan Corona yang digelar di Little League, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2020). Diskusi dihadiri (kiri ke kanan) Satgas Waspada & Siaga Corona DR Erlina Burhan, Direktur Eksekutif CSIS Phillip J Vermonte, Ketua Komisi 1 DPR Meutya Hafid, dan Deputi V BIN Mayjen TNI Afini Boer.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Meutya Hafid mengatakan peretasan terhadap kerja jurnalistik yang dialami awak redaksi Narasi merupakan perbuatan melawan hukum yang bisa mengancam demokrasi Indonesia. Ia meminta Polisi mengusut kasus peretasan tersebut.

"Peretasan data pribadi pers menjadi ancaman bagi para jurnalis yang merupakan bagian dari masyarakat dalam menegakkan pilar demokrasi," ujar Meutya dalam video yang diunggah di YouTube seperti dilihat detikcom, Senin (3/10/2022).

Dia menilai serangan siber terhadap jurnalis ini juga bisa mempengaruhi indeks demokrasi Indonesia. Mengacu pada data The Economist Intelligence Unit, demokrasi di Indonesia harus diperbaiki.

The Economist Intelligence Unit mencatat indeks demokrasi Indonesia periode 2010-2021 mengalami naik-turun. Bahkan pada 2017 indeks demokrasi Indonesia mengalami penurunan menjadi 6,39 dari yang sebelumnya 6,97 pada 2016. Lalu di tahun 2021, indeks demokrasi Indonesia berada di 6,71.

Data tersebut menyebutkan salah satu penyebab indeks demokrasi mengalami penurunan yakni karena kebebasan pers masih rendah, budaya politik anti kritik, partisipasi politik lemah, dan kinerja pemerintah belum optimal.

Oleh karena itu, ia meminta aparat penegak hukum untuk menuntaskan permasalahan peretasan yang dialami oleh Narasi. Ia turut meminta pelakunya segera untuk ditangkap.

"Meminta aparat kepolisian untuk menuntaskan kasus hingga pelaku peretasan ditemukan demi penegakan hukum dan melindungi kebebasan pers dalam demokrasi," tutupnya.



[Gambas:Youtube]




(ega/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT