Cicipi Underpass Pasar Minggu, Sopir Angkot Kena Tilang
Senin, 10 Jul 2006 16:50 WIB
Jakarta - Underpass Pasar Minggu, Jakarta Selatan, diuji coba Senin (10/7/2006). Sosialisasi baru sebatas mulut ke mulut. Beberapa angkot yang nyelonong turun ke underpass kena tilang. Sopir pun main salam tempel.Rambu-rambu larangan kendaraan umum lewat underpass memang belum terpasang. Underpass hanya dapat dilewati oleh kendaraan pribadi. Sedangkan kendaraan umum diwajibkan masuk Terminal Pasar Minggu.Brummmm! Beberapa angkot dan bus kota ikut-ikutan mencicipi underpass Pasar Minggu yang masih gres. Namun laju kendaraan ini segera dihentikan oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub) yang tengah berjaga.Sopir lalu diberi penjelasan oleh petugas Dishub. Surat tilang pun diberikan.Seorang polisi tampak ikut nimbrung melihat peristiwa itu. Melihat gelagat itu, ada seorang sopir lantas memberi salam tempel. Sedangkan beberapa sopir tampak pasrah ditilang petugas Dishub."Saya tidak tahu kalau angkot tidak boleh masuk. Tidak ada yang ngasih tahu kok. Apalagi tadi di ujung sana tidak ada rambu-rambunya," keluh Parlindungan, sopir angkot 04 jurusan Depok 1-Pasar Minggu.SosialisasiKomandan Unit L 95 Dinas Perhubungan M Hodir menyatakan sosialisasi underpass Pasar Minggu telah dilakukan."Sudah dari jauh-jauh hari kami melakukan pensosialisasian, tetapi memang baru dari mulut ke mulut," ujarnya.Dishub baru akan melayangkan surat edaran kepada pengusaha bus dan angkot pada dua hari ke depan.Dengan dibukanya underpass, lanjut dia, kemacetan di depan Pasar Minggu berkurang.Namun kemacetan masih terlihat mulai dari depan pusat kebugaran Tetap Segar sampai halte Masjid Pasar Minggu. Kemacetan dipicu oleh kendaraan yang memutar balik di depan pusat kebugaran Tetap Segar."Kendala terbesar kita ada pada Pak Ogah yang sering membantu memutarbalikkan kedaraan. Padahal kendaraan tidak boleh putar balik di situ. Sejak kemarin sore, jalan putar tersebut sudah kita tutup," ujar Hodir.
(aan/)











































