Tak Terima Jadup, Warga Gunungkidul Mengadu ke LBH

Tak Terima Jadup, Warga Gunungkidul Mengadu ke LBH

- detikNews
Senin, 10 Jul 2006 15:48 WIB
Yogyakarta - Ratusan korban gempa bumi warga Gedangsari di Gunungkidul mengadu LBH Yogyakarta. Mereka mengadu karena sampai sekarang belum menerima tunjangan living cost alias jaminan hidup (jadup) seperti yang dijanjikan oleh pemerintah. Mereka mendatangi kantor LBH Yogyakarta di Jl H. Agus Salim, Senin (10/7/2006) menggunakan tiga truk dan mobil pick up. Mereka datang mewakili 900 jiwa warga dari 202 kepala keluarga warga Dusun Tengklik, DesaTegalrejo, Kecamatan Gedangsari.Ketua RW 24 Dusun Tengklik Desa Tegalrejo, Sumarino (41), di kantor LBH Yogyakarta menuturkan, sekitar 100 rumah di dusun sekitar tempat tinggalnya banyak yang rusak akibat gempa bumi. Ada rumah yang rusak berat dan rusak ringan, tembok retak-retak dan miring sehingga tidak bisa ditempati lagi. Oleh aparat pemerintah desa kata Marino, rumah-rumah yang rusak di RW tempat tinggalnya itu dikategorikan mengalami rusak ringan sehingga tidak mendapat jadup. Sementara ada tujuh RT di wilayah yang sama maupun di desa lain seperti di Desa Watugajah dengan tingkat kerusakan yang sama mendapat bantuan uang Rp 90.000/orang/bulan dan 10 kg beras. "Kami sudah menanyakan kepada kepala desa dan camat tapi tidak mendapatkan jawaban memuaskan. Kenapa ada diskriminasi antar sesama warga," katanya.Menurut dia, saat kepala dusun bersama ketua RW melakukan pendataan pihaknya juga sudah mendata dengan baik. Namun sampai sekarang belum menerima bantuanjadup seperti tetangga dusun dan desa lainnya. "Warga dusun lain sudah menerima bahkan warga Bayat Klaten juga sudah, kami kok belum dapat," katanya. Akibat tidak meratanya jadup itu, banyak warga yang menanyakan ke kepada pengurus RT dan RW maupun kepala dusun dan kepala desa. Namun tidak pernah mendapatkan jawaban yang memuaskan. "Semua data jiwa dan kerusakan sudah didata semuanya. Kami ingin ada keadilan karena banyak rumah yang rusak dengan kategori rusak yang sama dengan kami telah mendapat bantuan," katanya.Menurut Marino, akibat gempa sampai saat ini warga masih trauma dan belum berani tidur di dalam rumah. Selain itu, warga yang sbagian besar bekerja sebagai buruh tani dan tukang di wilayah Klaten dan Yogyakarta itu sampai sekarang masih menganggur. "Rumah mereka masih rusak dan sekarang belum bekerja karena banyak tempat kerja mereka yang masih tutup," katanya.Mereka meminta bantuan LBH Yogyakarta untuk memperjuangkan nasib mereka terutama kepada tim Satlak PBP Gunungkidul dan Provinsi DIY. Sebab sampai saat ini warga Dusun Tengklik banyak belum menerima jadup. Dusun Tengklik Desa Tegalrejo sendiri merupakan dusun yang terpencil yang berada di wilayah paling utara Kabupaten Gunung Kidul yang berbatasan dengan wilayah Gantiwarno, Wedi dan Bayat Klaten. "Dusun kami memang terpencil sehingga banyak orang tidak tahu, kami ini juga korban gempa seperti yang lain," katanya.Sementara itu Direktur LBH Yogyakarta, Irsyad Thamrin, berjanji akan segera meminta penjelasan kepada pihak-pihak terkait berkaitan tidak meratanya jadup. Selain itu, pihaknya juga akan menanyakan kepada pemerintah Provinsi DIY serta menyurati presiden dan wakil presiden untuk menanyakan masalah tersebut. (nrl/)


Berita Terkait