Tolak Demokrasi, Ba'asyir Tidak Akan Gabung Parpol
Senin, 10 Jul 2006 15:19 WIB
Sukoharjo -
Abu Bakar Ba'asyir menepis informasi adanya beberapa parpol berazas Islam yang 'meminang'-nya setelah bebas dari penjara. Dia juga menegaskan tidak akan pernah mau bergabung ke dalam parpol selama masih menggunakan sistem demokrasi."Sejauh ini belum pernah satu partai pun yang meminta saya untuk bergabung," ujarnya kepada wartawan ketika ditemui di kompleks Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (10/7/2006).Dia mengatakan bahwa kehadirannya di acara HUT Partai Bulan Bintang (PBB) adalah memenuhi undangan untuk memberi tausyiah tentang indahnya syari'at Islam. Lebih dari hal itu tidak pernah ada pembicaraan dengan para fungsionaris PBB tentang kemungkinan dirinya dapat bergabung di partai tersebut.Ba'asyir juga mengaku besok dirinya akan hadir di acara HUT partai tersebut yang diadakan DPW PBB Jatim di Lamongan. Namun dia tetap menepis hal itu sebagai sinyal kedekatan. Dia lagi-lagi mengatakan kehadirannya hanya memenuhi undangan memberi pengajian yang memang merupakan tugasnya.Dia juga mengatakan pekan lalu menerima kunjungan sejumlah pengurus DPW PPP Jateng yang dipimpin ketuanya, HM Thoyfoer. Namun menurut Ba'asyir, kunjungan Thoyfoer dan kawan-kawan itu pun hanya silaturahmi dan tidak ada pembicaraan tentang ajakan untuk bergabung.Tolak DemokrasiBa'asyir menegaskan dirinya tidak akan bergabung dengan parpol mana pun di Indonesia, termasuk terhadap parpol berazas Islam, selama partai-partai tersebut berada dalam sistem dan kerangka demokrasi yang mensyaratkan kedaulatan di tangan rakyat."Harus berdasar Allah-krasi yaitu kedaulatan mutlak di tangan Allah. Tidak ada tawaran lagi bagi penerapan syariat Islam, sedangkan untuk urusan umum yang lainnya silakan mau dirundingan," ujarnya."Selama partai-partai itu masih berada dalam sistem demokrasi maka saya tidak akan bergabung atau mendukungnya. Mengikuti Pemilu sistem demokrasi itu saya juga tidak akan melakukannya. Tapi saya akan tetap menasihati mereka (parpol) dan memberi pengertian dengan sabar," lanjutnya.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































