Capres AS dari Gang Sempit

Jejak Barack Obama

Capres AS dari Gang Sempit

- detikNews
Senin, 10 Jul 2006 13:52 WIB
Capres AS dari Gang Sempit
Jakarta - Nama Barack Obama moncer di AS. Sementara di kawasan Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Barack dikenal dengan nama Barry. Dulu, tahun 1968-1970, jalan-jalan di kawasan Jl. KH Ramli, Menteng Dalam -- daerah yang ditinggali Barry -- masih belum beraspal. Rumah Barry pun terletak di gang sempit. Selama sekitar 3 tahun, 1968-1970, Barry tinggal di sebuah rumah cukup bagus berluas tanah sekitar 300 meter persegi. Rumah milik Lolo Soetoro Mangunharjo, ayah angkatnya, ini beralamatkan di Jl. KH Ramli Tengah nomor 16 RT 011/16. Hingga saat ini, rumah ini masih kokoh berdiri. Barry saat ini menjadi senator AS dari negara bagian Illinois. Dia yang sempat bersekolah SD di Jakarta selama empat tahun ini (3 tahun di SD Asisi, 1 tahun di SD 04 Besuki) ini sekarang disebut-sebut sebagai calon Presiden AS tahun 2008. Dia akan bersaing dengan Hillary Clinton dalam Konvensi Partai Demokrat. Menurut Zulfan Adi, mantan tetangga dan teman sepermainan Barry, kawasan Jl. KH Ramli pada tahun itu masih belum seramai sekarang. Saat ini, kawasan ini sungguh luar biasa padat. Akses jalan menuju kawasan ini juga sempit, pas untuk dua mobil saat berpapasan. Bahkan, jalan menuju rumah Barry lebih sempit lagi, hanya muat untuk satu mobil. "Gang ini dari dulu ya seperti ini, tidak ada perubahan apa-apa sampai sekarang. Bedanya, dulu jalan tanah, sekarang sudah diaspal," ujar Zulfan Adi saat ditemui detikcom, Minggu (9/7/2006).Adi sangat mengenal Barry. Rumah Adi hanya terpaut sekitar 20 meter dari rumah Barry. Hingga saat ini, Adi pun masih tinggal di rumah lamanya yang ditempati sejak tahun 1968 itu bersama ibu kandungnya. Adi masih sangat ingat tentang Barry kecil. "Kami sering bermain dan bercanda," ujar Adi yang saat ini mengelola warung internet (warnet) di kawasan Menteng Dalam ini. "Dulu dia punya buaya. Kita sering menggodanya dengan kura-kura," kenang Adi. Menurut Adi, dirinya bersama Rony Amir (sekarang karyawan Bank Mandiri) sangat sering bermain bersama Barry. "Dulu di sini masih sepi. Jadi, teman-teman saat itu ya masih sedikit. Teman-teman sepermainan ya kita-kita saja," ujar Adi, yang pernah menjadi Ketua RT 011/16 ini. Saat itu, kawasan Jl. KH Ramli belum dipenuhi rumah seperti sekarang. Dulu masih banyak lahan kosong. Yang sering dilakukan Barry dan teman-teman saat itu adalah main perang-perangan. Istilah 'hutan asisi' yang saat itu dikenal teman-teman sepermainan ya tanah lapang di kawasan ini. Namun, saat ini tanah lapang yang dijadikan tempat bermain ini sudah tak tampak lagi. Rony Amir mengaku, dalam bermain, Barry sangat disiplin. "Kalau bermain hanya waktu sore saja. Sepulang sekolah, dia tidak langsung main," ujar Rony yang bernostalgia bersama Adi tentang Si Barry. Saat bercerita, kedua teman Barry ini kadang-kadang tertawa karena mengingat kisah kecil Barry. "Dulu badannya tinggi besar, rambut keriting. Bagi kami, anak ini aneh aja, lucu. Jarang ada orang seperti itu," ujar Adi.Baik Adi dan Rony, tidak pernah memasuki rumah Barry. "Tidak pernah. Kita segan, karena ibunya bule," ujar Adi. Meski begitu, menurut Adi dan Ronny, rumah Barry saat ini masih belum banyak berubah. Hanya lantai saja yang sudah diganti oleh pemilik rumah yang baru. Rumah peninggalan Barry saat ini sudah berpindah tangan. Rumah ini sudah bukan milik Lolo Soetoro, tapi sudah menjadi milik Ivan. Saat ditemui detikcom, Ivan mengaku membeli rumah ini pada tahun 2004 dari istri kedua Lolo, Ny Erna."Saya belum mengubah bentuk rumah. Saya hanya mengganti lantai saja. Dindingnya pun masih asli dari dulu, tidak berubah sama sekali," ujar Ivan. Adi dan Rony juga membenarkan bahwa rumah yang pernah ditinggali Barry ini tidak berubah bentuk sama sekali. "Bentuknya masih belum berubah. Pagar rumah ini juga masih seperti dulu," ujar Rony sambil menunjuk pada pagar rumah bercat coklat tua itu. Pagar rumah Barry ini terbuat dari besi. Bangunan rumahnya berlantai dua di bagian belakang. Keterangan Foto: Inilah jalan menuju rumah Barry. Sekarang sudah diaspal (atas). Bagian dalam rumah Barry. Bangunan masih asli, belum ada perubahan (bawah) (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads