Hikmahbudhi Dukung Polri Tahan Putri Candrawathi

ADVERTISEMENT

Suara Mahasiswa

Hikmahbudhi Dukung Polri Tahan Putri Candrawathi

Audrey Santoso - detikNews
Senin, 03 Okt 2022 12:58 WIB
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmahbudhi), Wiryawan.
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia, Wiryawan.
Jakarta -

Polri melakukan penahanan terhadap istri Ferdi Sambo, Putri Candrawathi, tersangka kasus pembunuhan terhadap Brigadir Yosua Hutabarat. Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmahbudhi) mendukung langkah Polri ini.

"Saya sangat mendukung langkah Polri menahan Ibu PC karena Ibu PC ini merupakan saksi kunci, saya melihat kasus ini sudah terang dan tidak ada lagi yang perlu diperdebatkan," kata Ketua Umum Hikmahbudhi, Wiryawan, kepada wartawan, Senin (3/10/2022).

Selain itu, Wiryawan juga mendukung dengan langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk tim untuk mengusut isu santer soal 'konsorsium 303' dan pengusutan private jet saat Brigjen Hendra Kurniawan ke Jambi. Dia berharap ke depan, Polri terus melakukan pembenahan.

"Pembentukan Tim khusus untuk mengungkap 303 juga sebagai salah bentuk keberanian Pak Kapolri. Polri selepas masalah ini harus lebih baik lagi dan saat ini adalah waktu yang tepat untuk Transformasi Birokrasi di Polri.

"Terkait privat jet memang harus dibuka dan harus ada pengkaitan atas dasar apa private jet tersebut bisa digunakan. Harapan masyarakat juga sangat besar dengan Jajaran Div Propam yang baru," sambungnya.

Diketahui, istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, resmi ditahan Polri di kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat. Penahanan Putri itu disampaikan langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"Hari ini juga kami telah melaksanakan pemeriksaan terkait dengan kondisi pemeriksaan baik kondisi jasmani dan melakukan pemeriksaan psikologi," kata Kapolri dalam konferensi pers, Jumat (30/9/2022).

Berdasarkan pemeriksaan jasmani dan psikologi, Putri disebut dalam keadaan baik. Atas hal itu, Polri memutuskan Putri ditahan di Rutan Mabes Polri untuk mempermudah penyerahan tahap dua ke Kejagung.

Kapolri Jenderal Sigit menegaskan kembali komitmen Polri untuk memproses kasus Sambo secara transparan. Dia menyatakan hal itu sesuai dengan arahan Presiden Jokowi.

"Sesuai dengan komitmen kami untuk memproses secara tegas transparan tidak pandang bulu, tidak ada yang ditutup-tutupi," ujar Kapolri.

(hri/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT