Adu Perspektif: Pekan Duka, Tak Ada Sepakbola Seharga Nyawa

ADVERTISEMENT

Adu Perspektif: Pekan Duka, Tak Ada Sepakbola Seharga Nyawa

Edward F. Kusuma - detikNews
Senin, 03 Okt 2022 13:50 WIB
Jakarta -

Indonesia geger. Pertandingan antara Arema Malang melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3 itu berakhir ricuh. Suporter yang memasuki lapangan pertandingan dihalau oleh aparat menggunakan pentungan serta gas air mata. Imbasnya, korban berjatuhan akibat sesak napas dan terinjak-injak saat desak-desakan terjadi.

Pihak kepolisian menyebut ada 3.000 orang memasuki lapangan pasca-peluit panjang dibunyikan. Kapolda Jatim, Nico Afinta menyebutkan, invasi lapangan oleh para penonton itu dilakukan Sebagai bentuk rasa kekecewaan karena kekalahan Arema Malang di kandang sendiri.

"Kami juga ingin menyampaikan bahwa dari 40.000 penonton yang hadir kurang lebih tidak semuanya anarkis, tidak semuanya kecewa, hanya sebagian yaitu sekitar 3 ribuan yang masuk turun ke tengah lapangan. Sedangkan yang lainnya tetap di atas (tribun)," ungkap Nico, dilansir dari detikJatim, Minggu (2/10/2022).

Sementara itu, Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo, mengatakan akan melakukan evaluasi penggunaan gas air mata untuk menghalau kericuhan yang terjadi di atas lapangan. Pihaknya perlu segera melakukan evaluasi terkait aturan yang tertuang dalam Stadium Safety Security Regulation besutan FIFA. Salah satu poin yang tertulis di dalamnya adalah larangan penggunaan gas air mata serta senjata api untuk mengontrol kerumunan.

Sehari berselang, kepada tim detikcom, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menyebutkan bahwa para korban dirujuk ke beberapa rumah sakit yang ada di Malang yaitu RSUD Kanjuruhan, RSUD Saiful Anwar, RSU Wajak Husada, RSUD Mitra Delima, RS Wava Husada, RSB Hasta Husada, RSI Gondang Legi, serta Klinik Teja Husada. Sementara itu, data terbaru yang diperoleh dari pernyataan Menko PMK Muhajir Effendi di Malang, Minggu (2/10) adalah 448 korban dengan rincian 125 meninggal dunia, 21 orang luka berat, serta 302 orang sisanya luka ringan.

"Hasil akhir dari korban yang sudah diverifikasi semua pihak termasuk Polri dan penyelenggara ada 448 korban," ungkap Muhajir.

Sebelumnya, tim detikcom memperoleh salinan surat rekomendasi dari Polres Malang yang mendorong PT. Liga Indonesia Baru (LIB) untuk mempercepat kick off dari pukul 20.00 WIB menjadi pukul 15.30 WIB. Sayangnya, hal itu dimentahkan oleh penyelenggara dan pertandingan pun dijadwalkan sesuai rencana.

Kejadian ini mengingatkan kembali tentang bagaimana kondisi ekosistem sepakbola Indonesia. Berbagai opini pun muncul tentang pihak yang harus bertanggung jawab atas melayangnya nyawa ratusan suporter malam itu. Adu Perspektif akan membahas lebih dalam celah-celah yang menyebabkan tragedi besar ini bisa terjadi.

Selain membahas tragedi di stadion Kanjuruhan Malang, saksikan juga ulasan mengenai update pilpres 2024 yang semakin panas terkait munculnya nama Anies Baswedan sebagai calon presiden yang diusung oleh Partai NasDem. Bagaimana NasDem menampik isu penjegalan?

Menghadirkan Andi Mallarangeng (Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga RI), Apung Widadi (Founder Save Our Soccer Indonesia/Manager Persipasi Bekasi, Fahri Hamzah (Mantan Wakil Ketua DPR RI) dan Ignatius Indro (Ketua Paguyuban Suporter Indonesia), saksikan Adu Perspektif edisi Senin 3 Oktober 2022 pukul 20.00 WIB dengan tema "Pekan Politik, Pekan Duka: Tak Ada Sepakbola, Seharga Nyawa" di kanal Youtube serta web detikcom.

(vys/ids)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT