Selamat! Ini 5 Pemenang Sayembara Desain Bundaran Maruga Tangsel

ADVERTISEMENT

Selamat! Ini 5 Pemenang Sayembara Desain Bundaran Maruga Tangsel

Jihaan Khoirunnissa - detikNews
Senin, 03 Okt 2022 09:01 WIB
Pemkot Tangsel
Foto: Pemkot Tangsel
Jakarta -

Sayembara desain kawasan Bundaran Maruga yang digelar oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memasuki tahap akhir penjurian. Dari ratusan peserta yang ada, terpilih 5 finalis dengan karya terbaik.

Kelimanya mengikuti tahap penjurian II yang dilakukan secara terbuka di Ruang Blandongan, Puspemkot Tangsel, pada Jumat (30/9). Para finalis harus mempresentasikan karya buatannya di hadapan dewan juri.

Diketahui pada tahap ini terdapat 2 dewan juri kehormatan, yakni Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie dan Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan. Serta dewan juri profesional yang terdiri dari arsitek profesional Tanah Air, Yori Antar dan Budi Pradono, juri akademisi Bachtiar Fauzy, juri dari IAI Provinsi Banten Viernanda Yoga Pribadi, dan Ridwan Saidi yang merupakan budayawan asli Tangsel.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengungkapkan kelima finalis yang lolos hingga tahap ini merupakan peserta dengan karya yang terbaik. Karena itu baginya seluruh finalis merupakan pemenang atas sayembara ini.

"Mereka telah melewati rangkaian seleksi yang ketat, baik administrasi ataupun karya." ungkap Benyamin dalam keterangan tertulis, Senin (3/10/2022).

Orang nomor satu se-Tangsel itu pun mengapresiasi seluruh karya dan peserta yang telah berpartisipasi dalam perhelatan sayembara ini.

"Tidak hanya lima karya finalis saja, namun 24 karya lainnya yang telah menuangkan segala ide, konsep, dan gagasan desain bangunan Bundaran Maruga untuk menjadi salah satu etalase kota yang dapat mencitrakan Tangsel sebagai kota yang cerdas, modern dan religius, yang menjadi pusat dunia perdagangan dan jasa," terangnya.

Menurut Benyamin perhelatan sayembara merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan kota yang cantik.

"Bundaran Maruga akan kita jadikan landmark, jadi tempat nongkrong anak-anak muda, dan sebagainya. Sehingga ke depan diharapkan Tangsel sebagai kota baru. Bukan Bunderan Maruga saja, hasil karya lainnya akan kami terapkan, aplikasikan," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel Wahyunoto Lukman mengatakan sebelum terkumpul menjadi lima finalis pada akhir penjurian ini, terdapat sederet tahapan yang telah dilalui para peserta.

"Jumlah peserta aktif yang mendaftar ada sebanyak 108 peserta terhitung sampai tanggal 2 september 2022 pukul 23.59 WIB. Lalu jumlah peserta yang mengumpulkan karya, baik soft file dan hard file secara lengkap sebanyak 29 peserta yang masing-masing mengirimkan empat lembar gambar ukuran A1, berikut juga video animasi karya masing-masing terhitung sampai dengan 18 September 2022," papar Wahyu.

Tahapan pun berlanjut dengan penyeleksian administrasi pada 19-21 September 2022 di Kantor Dinas Lingkungan Hidup oleh panitia gabungan.

"Lalu tanggal 22-24 September telah dilaksanakan penjurian tahap 1 secara tertutup oleh lima dewan juri profesional untuk menentukan dan memperoleh lima finalis yang masuk dalam penjurian tahap dua atau secara terbuka pada hari ini. Pengumuman para finalis dilaksanakan pada hari Sabtu 25 September melalui website sayembara dan media sosial," lanjut Wahyu.

Ia berharap sayembara ini dapat menghasilkan karya desain yang ciamik dan diterima oleh masyarakat. Sehingga ke depan bangunan Kawasan Bunderan Maruga dapat menjadi ikon kebanggaan warga Tangsel

"Kita mencari konsep desain yang ideal bagi Kota Tangsel, khususnya kawasan Bundaran Maruga yang menjadi ikon dan ke depan menjadi pusat pemerintahan Kota Tangsel," tuturnya.

Di sisi lain, Direktur PT. Propan Raya, Yuwono Imanto sebagai pihak pelaksana teknis, menuturkan sayembara Bundaran Maruga yang diinisiasi oleh Pemkot Tangsel terbilang istimewa. Bahkan jika dibandingkan dengan sederet sayembara yang telah dijalankan selama ini.

"Bagi kami, sayembara ini walaupun scope-nya bukan kementerian, tetapi punya nilai yang istimewa, karena sayembaranya ini adalah sayembara kawasan. Ini yang luar biasa," katanya.

Diketahui, juara 1 sayembara desain kawasan Bundaran Maruga diraih oleh SDBM-0064 dengan judul karya 'Blandongan Kota'. Lalu juara 2 diraih oleh peserta dengan nomor SDBM-0097 dengan karyanya yang berjudul 'Selendang Mayang'. Sementara untuk juara ke-3 diraih SDBM-0078 dengan judul 'Serambi Anggrek'.

Sedangkan untuk harapan 1 dimenangkan peserta SDBM 0059 'Jentera Jumantara', dan harapan ke-2 diraih oleh peserta SDBM-0008 dengan judul karya 'Tarian Kebersamaan'.

(ega/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT