7 Fakta Terkini Laga Arema Vs Persebaya Berujung Tragedi

ADVERTISEMENT

7 Fakta Terkini Laga Arema Vs Persebaya Berujung Tragedi

Tim detikcom - detikNews
Senin, 03 Okt 2022 07:30 WIB
Sabtu (1/10) malam terjadi tragedi di Stadion Kanjuruhan. Hingga saat ini, korban tewas akibat tragedi tersebut mencapai 174 orang berdasarkan data yang disampaikan Wagub Jatim, Emil Dardak.
Foto: Tragedi Kanjuruhan (M Bagus Ibrahim/detikJatim)
Jakarta -

Kericuhan terjadi usai Arema FC menelan kekalahan atas Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Dalam kericuhan itu terjadi bentrok antara suporter dan aparat keamanan.

Kericuhan terjadi pada Sabtu (1/10/2022) malam. Saat kericuhan, polisi menembakan gas air mata berujung supporter panik berhamburan dan saling injak.

Berikut fakta-fakta terkait tragedi Kanjuruhan:

1. Korban Meninggal 125 Orang

Menko PMK Muhajir Effendy menyampaikan total korban tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur sebanyak 488 orang. Jumlah tersebut merupakan data akumulasi korban meninggal dan juga luka-luka.

"Hasil akhir dari korban yang sudah diverifikasi semua pihak termasuk Polri dan penyelenggara ada 448 korban," kata Muhadjir usai melakukan rapat koordinasi di Pendopo Panji, Kepanjen, Malang, dilansir detikJatim, Senin (3/10/2022).

Muhajir merinci dari 448 korban itu, sebanyak 302 orang di antaranya mengalami luka ringan, 21 orang luka berat, dan 125 orang meninggal dunia.

"Dengan penjelasan ini saya harap tidak ada lagi spekulasi," kata dia.

Sebelumnya, Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo menyampaikan pihak kepolisian akan melakukan investigasi kasus ini. Selain itu akan dilakukan upaya mitigasi yakni dengan langkah trauma healing terhadap para suporter Arema FC.

2. Polri Audit SOP Penggunaan Gas Air Mata

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan pihaknya akan melakukan audit prosedur operasional standar atau SOP yang diterapkan para personel. Audit juga terkait SOP penggunaan gas air mata di dalam stadion.

"Tim tentunya akan mendalami terkait SOP dan tahapan-tahapan yang telah dilakukan oleh Satgas atau pun tim pengamanan yang melaksanakan tugas pada saat pelaksanaan pertandingan. Tentunya tahapan-tahapan yang ada akan dilaksanakan audit," katanya di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu (10/9).

Sigit memastikan tim yang diterjunkan ke lokasi akan mendalami semua hal. Hasil pendalaman kata Sigit, akan menjadi bagian dari proses investigasi yang dilakukan.

"Kemudian kami juga mendapatkan informasi upaya penyelamatan terhadap pemain dan ofisial Persebaya dan Arema FC. Semuanya akan kami dalami dan ini akan menjadi bagian dari investigasi secara tuntas baik dari penyelenggara, dari sisi pengamanan, dan pihak-pihak yang terlibat," katanya.

3. Pastikan Diusut Tuntas

Sigit memastikan tragedi Kanjuruhan yang mengakibatkan ratusan suporter Arema meninggal dunia akan diusut tuntas. Polri kini tengah melakukan investigasi.

Hal itu disampaikan Sigit saat jumpa pers usai meninjau langsung lokasi kejadian di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa timur, Minggu (10/2/2022). Sigit mengatakan untuk menindaklanjuti instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi), pihaknya menerjunkan tim dari Mabes Polri untuk melakukan pendalaman. Mulai dari proses penyelenggaraan, pengamanan sekaligus melakukan investigasi terkait dengan hal itu.

"Saat ini saya telah mengajak tim dari Mabes Polri terdiri dari Bareskrim, Propam, Sops, Pusdokkes, Inafis, Puslabfor untuk melakukan langkah-langkah terkait pendalaman terhadap investigasi yang kami lakukan," kata Sigit dalam keterangan tertulis.

Simak video 'Tragedi Kanjuruhan, Kapolri Investigasi SOP Keamanan di Stadion':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT