Komisi I Cecar Menhan & Panglima

Komisi I Cecar Menhan & Panglima

- detikNews
Senin, 10 Jul 2006 12:18 WIB
Jakarta - Jawaban tertulis rupanya tidak memuaskan anggota Komisi I DPR. Mereka pun memberondong Menhan Juwono Sudarsono dan Panglima TNI Marsekal Djoko Soeyanto dengan sejumlah pertanyaan mengenai penemuan senjata di rumah Waaslog KSAD Alm Brigjen TNI Koesmayadi.Jawaban tertulis dua pejabat itu dinilai dangkal dan tidak sesuai harapan DPR. Demikian yang mengemuka dalam rapat kerja yang juga diikuti KSAD Jenderal TNI Djoko Santoso di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (10/7/2006).Andi M Ghalib dari Fraksi PPP menilai jawaban Panglima TNI hanya melempar kepada individu. Padahal menurutnya, tentu ada pelanggaran-pelanggaran hukum dalam kasus Koesmayadi. "Orang ngambil senjata dari gudang saja ada berkasnya," cetus dia.Selain itu dia mempertanyakan fungsi pengawasan dari Menhan. Dia menilai pengawasan Menhan terlalu lemah. Padahal menurutnya Dephan dapat berkoordinasi dengan baik dengan pihak TNI.Anggota Komisi I lainnya Sidqi Wahab mempertanyakan lebih jauh tentang penemuan teropong. Sebab peralatan itu banyak digunakan untuk sniper atau penembak jitu. Menhan dan Panglima TNI diminta menyelidiki lebih lanjut apakah ada kaitannya dengan penembakan misterius mahasiswa yang terjadi dahulu.Panglima TNI mengakui ada dua gelombang masuknya senjata. Gelombang pertama sebanyak 6 kali dari Singapura untuk nonstandar militer sebanyak 60 pucuk senjata. Sementara gelombang kedua sebanyak 23 kali dari luar Singapura seperti dari Rusia dan Thailand sebanyak 666 pucuk senjata seperti senjata intai tempur dan granat asap. (san/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads