Ratusan Warga Bantul Demo Tuntut Jadup
Senin, 10 Jul 2006 11:36 WIB
Bantul - Lebih dari 100 warga Desa Wijirejo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul menggelar aksi di kantor balai desa setempat. Warga korban gempa bumi ini menanyakan belum turunnya tunjangan hidup (jadup), padahal warga desa lainnya sudah menerima.Aksi dimulai pukul 10.00 WIB, Senin (10/7/2006). Massa langsung menggelar aksi orasi di halaman Balai Desa Wijirejo yang terletak di Jalan Raya Sedayu-Pandak, sekitar 7 km arah barat kota Bantul.Beberapa poster yang dibawa antara lain "Pak Camat, Pak Lurah Kok Sariawan", "Kapan Jadup Turun?" dan "Kami Korban Gempa Bukan Anak Tiri".Koordinator aksi Syafi'i Khaeruddin mengatakan, sedikitnya 10.500 jiwa dari 2.500 KK sampai hari ini belum menerima jadup. Sedangkan tetangga desa lainnya sudah turun bulan Juni lalu.Meski tidak semua rumah warga Wijirejo roboh, warga berpendapat harusnya mereka tetap menerima jadup. Dulu aparat kecamatan menjanjikan awal bulan Juli sudah turun, namun sampai sekarang belum.Menurut Syafi'i pada bulan Juni lalu, semua warga yang tertimpa bencana yang rumahnya roboh sudah didata, namun sampai sekarang belum ada realisasinya. "Kami ke sini untuk minta pemerintah segera merealisasikannya," katanya.Dalam orasinya Syafi'i menilai aparat pemerintah desa tidak tanggap terhadap situasi yang berkembang di Kelurahan Wijirejo, sehingga ketika jadup tidak turun warga menjadi resah.
(jon/)











































