Jelang KTT G20 Bali, BMKG Siapkan Mitigasi Skenario Terburuk Gempa Bumi

ADVERTISEMENT

Jelang KTT G20 Bali, BMKG Siapkan Mitigasi Skenario Terburuk Gempa Bumi

Yulida Medistiara - detikNews
Minggu, 02 Okt 2022 14:19 WIB
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Jakarta -

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan BMKG menyiapkan langkah mitigasi mengantisipasi skenario terburuk apabila terjadi bencana alam saat pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada 15-16 November 2022. Upaya antisipasi itu dilakukan sejak Indonesia memegang Presidensi G20 pada Desember 2021.

Adapun lokasi penyelenggaraan KTT G20 dengan tema 'Recover Together, Recover Stronger' itu akan digelar di Bali. BMKG menyebut Bali telah dipersiapkan untuk mengantisipasi skenario terburuk gempa bumi dengan magnitudo 8,5 yang dapat membangkitkan gelombang tsunami dalam tempo waktu 20-38 menit.

"Mudah-mudahan KTT G20 berjalan aman dan lancar, tidak ada kejadian gempa bumi ataupun tsunami. Namun, apabila terjadi sewaktu-waktu BMKG bersama BNPB, BPBD, TNI/Polri sudah siap dengan skenario terburuk," ungkap Dwikorita dalam keterangannya yang diunggah di situs BMKG seperti dilihat Minggu (2/10/2022).

Dwikorita mengatakan fokus dalam upaya mitigasi itu untuk memastikan keamanan dan keselamatan Presiden dan Pimpinan Tinggi Negara peserta G20 jika Bali diguncang gempa bumi dan tsunami.

Adapun lokasi yang dipersiapkan adalah VVIP Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Hotel The Apurva Kempinski Bali, dan Kawasan Mangrove Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Bali.

BMKG bersama berbagai instansi lainnya, kata Dwikorita, menyiapkan Sistem Peringatan Dini dan Response Cepat Kedaruratan, termasuk jalur evakuasi, rambu evakuasi, dan tempat evakuasi sementara yang aman. BMKG juga melakukan sinergi antarpihak terkait penanganan kedaruratan.

Sementara itu, untuk tempat evakuasi, BMKG juga memastikan bangunan tersebut telah dibangun dengan konstruksi tahan gempa hingga magnitudo 8,5.

"Rencana kontingensi sudah disiapkan secara matang untuk menghadapi risiko bencana gempa bumi dan tsunami. Kami juga terus melakukan pengecekan secara berkala dengan pelibatan berbagai instansi terkait guna mendukung kesuksesan agenda KTT G20. Semoga ikhtiar ini dimudahkan dan dilancarkan," ujarnya.

Dwikorita berharap rencana mitigasi yang telah dipersiapkan BMKG lebih dari satu tahun tersebut mampu meminimalisir jumlah korban jiwa dan kerugian yang ditimbulkan jika sewaktu-waktu dalam penyelenggaraan KTT G20 terjadi bencana alam gempa bumi dan tsunami.

"Insyaallah, target BMKG adalah tidak ada korban jiwa dan tidak ada kerugian yang berarti," ungkapnya.

(yld/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT