Karyawan Jamsostek Ancam Mogok Jika Dirut Tak Diganti
Senin, 10 Jul 2006 11:17 WIB
Jakarta - Baru setahun menjabat, posisi Dirut PT Jamsostek Iwan P Pontjowinoto bak di ujung tanduk. Serikat Pekerja (SP) Jamsostek mendesak Iwan lengser.Desakan tersebut dituangkan dalam surat mosi tidak percaya yang disampaikan Ketua Serikat Pekerja (SP) Jamsostek Abdul Latif dalam jumpa pers di kantor Jamsostek, Jakarta, Senin (10/7/2006)."Kami mendesak Menneg BUMN selaku kuasa pemegang saham segera memberhentikan dan mengganti Iwan P Pontjowinoto karena selama setahun menjabat telah gagal menjalankan kepemimpinan dan PT Jamsostek menjadi tidak baik," kata Abdul.Iklim kerja pun tidak nyaman karena Iwan suka menekan, melakukan intimidasi, dan melakukan tindakan tidak etis."Jika Iwan tidak segera diganti maka kami sepakat melakukan mogok kerja secara nasional hingga tuntutan dikabulkan," ujarnya. Jumlah karyawan Jamsostek di seluruh Indonesia ada 30 ribu orang.Rencananya, SP Jamsostek akan menyampaikan surat mosi tidak percaya tersebut kepada Iwan. Namun, yang bersangkutan tidak ada di tempat.SP Jamsostek pun akhirnya memasang spanduk di depan ruangan Iwan antara lain bertuliskan "Iwan Pontjo=biang keladi konflik direksi", dan "Ganti Dirut sekarang juga."Perwakilan SP Jamsostek lantas diterima Direktur Umum PT Jamsostek Andi Amin Ahmad, Direktur Investasi PT Jamsostek Iskadar Rangkuti, Direktur Keuangan PT Jamsostek BM Tri Lestari, Direktur Operasional dan Pelayanan PT Jamsostek Charda Muhtar."Kami menghargai aspirasi Anda tetapi keputusan sepenuhnya diserahkan kepada Dirut," kata Andi, Direktur Umum PT Jamsostek.SP Jamsostek selanjutnya akan menyampaikan surat mosi tidak percaya tersebut kepada Menneg BUMN.
(aan/)











































