Soal Tragedi Kanjuruhan, Waket MPR: Perbedaan Bukan untuk Bermusuhan!

ADVERTISEMENT

Soal Tragedi Kanjuruhan, Waket MPR: Perbedaan Bukan untuk Bermusuhan!

Jihaan Khoirunnisa - detikNews
Minggu, 02 Okt 2022 12:50 WIB
This picture taken on October 1, 2022 shows security personnel (lower) on the pitch after a football match between Arema FC and Persebaya Surabaya at Kanjuruhan stadium in Malang, East Java. - At least 127 people died at a football stadium in Indonesia late on October 1 when fans invaded the pitch and police responded with tear gas, triggering a stampede, officials said. (Photo by AFP) (Photo by STR/AFP via Getty Images)
Foto: AFP via Getty Images/STR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyampaikan dukacita atas tragedi tewasnya sebanyak ratusan orang di Stadion Kanjuruhan Malang seusai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya.

Dia mendorong agar nilai sportivitas dalam olahraga harus ditanamkan, tidak hanya dalam diri para atlet, tapi juga penggemarnya. Menurutnya, penyelenggara event olahraga harus memiliki kesiapan memadai guna mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi.

"Saya sangat berduka mendengar satu pertandingan sepak bola di Tanah Air menimbulkan korban jiwa hingga ratusan jiwa. Bagi keluarga korban saya sampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya dan bagi kita semua mari kita hentikan aksi kekerasan dalam setiap menghadapi perbedaan," kata Lestari dalam keterangannya, Minggu (2/10/2022).

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem ini menyerukan untuk menghentikan budaya kekerasan. Dia menyebut peristiwa di Kanjuruhan Malang harus menjadi pelajaran khususnya bagi pemangku kepentingan untuk aktif mencegah munculnya tindak kekerasan melalui berbagai upaya yang konsisten dan terukur.

"Keberagaman yang dimiliki bangsa ini adalah sebuah kekayaan dan perbedaan bukan untuk dijadikan bahan untuk saling membenci dan bermusuhan," katanya.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh anak bangsa untuk lebih mengedepankan persatuan dan kesatuan demi kepentingan negeri.

Sekedar diketahui, jumlah korban tewas tragedi Kanjuruhan terus bertambah. Data terbaru, korban tewas kini sebanyak 130 orang. Adapun data korban yang masih dalam perawatan saat ini sebanyak 186 orang.

Simak Video: FIFA Sudah Larang Gas Air Mata! Polri Tetap Gunakan, Kenapa?

[Gambas:Video 20detik]




(akd/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT