"Turut berdukacita, sungguh ini adalah tragedi terbesar dalam perhelatan olahraga di Indonesia. Turut berdukacita atas meninggalnya 127 penonton dan aparat petugas. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran," kata Ridwan Kamil dilansir detikJabar, pada Minggu (2/10/2022).
Ridwan Kamil menyebut ada pelajaran besar dari tragedi Kanjuruhan. Dia mengingatkan lagi bahwa olahraga seharusnya jadi ajang untuk belajar menerima kemenangan dan kekalahan. Di saat bersamaan, katanya, hal itu juga jadi pembelajaran bagi berbagai pihak, dari kepanitiaan hingga teknik pengamanan.
"Semua dari kita harus berintrospeksi atas tragedi ini. Tujuan berolahraga, pembelajaran menerima kemenangan atau kekalahan, profesionalitas kepanitiaan sebuah kegiatan olahraga, teknik pengamanan dll," jelasnya.
Pria yang akrab disapa Kang Emil itu lalu menyenggol rating TV. Sebab, ujarnya, laga-laga penting dan menyita perhatian kerap digelar dan disiarkan malam hari.
"Jangan selalu kejar demi rating TV dengan memaksa pertandingan selalu malam hari. Semoga kita belajar dan mengambil hikmah dari semua ini. Hatur Nuhun," kata Ridwan Kamil.
Simak selengkapnya di sini.
Lihat Video: FIFA Sudah Larang Gas Air Mata! Polri Tetap Gunakan, Kenapa?
(yld/gbr)











































