ADVERTISEMENT

Legislator Kecam PT LIB Abaikan Polisi soal Percepat Arema Vs Persebaya

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Minggu, 02 Okt 2022 09:43 WIB
Habiburokhman. (dok.istimewa)
Habiburokhman (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Gerindra Habiburokhman mengecam PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) buntut tragedi Kanjuruhan, Malang. Habiburokhman menyebutkan PT LIB mengabaikan rekomendasi percepatan waktu kick-off yang dianjurkan pihak kepolisian.

"Kami sangat menyesalkan tindakan penyelenggara Liga Indonesia, yakni PT Liga Indonesia Baru, yang mengabaikan rekomendasi kepolisian soal perubahan jadwal pertandingan," kata Habiburokhman dalam keterangannya, Minggu (2/10/2022).

Menurutnya, tragedi Kanjuruhan sangat rumit lantaran pihak kepolisian sudah mengingatkan potensi kerawanan. Karena usulan ditolak, Habiburokhman mengatakan polisi juga tidak bisa memaksakan perubahan jadwal pertandingan tersebut.

"Situasinya memang sangat rumit, di satu sisi Polri sudah berupaya maksimal mengingatkan potensi kerusuhan dengan merekomendasikan perubahan jadwal, di sisi lain Polri tidak bisa memaksakan perubahan jadwal kepada pihak liga," katanya.

Habiburokhman menilai, saat kericuhan pecah, suasana juga makin runyam. Sebab, pihak kepolisian harus melakukan pengamanan kepada pemain dan mengendalikan massa yang berjumlah banyak.

"Saat kericuhan terjadi juga rumit, di satu sisi aparat harus melindungi para pemain Arema dan Persebaya yang bisa jadi nyawanya terancam, di sisi lain tidaklah mudah untuk mengendalikan massa yang berjumlah amat banyak," tutur Habiburokhman.

Bukti Polisi Minta Percepat Pertandingan

Berdasarkan dokumen yang diterima detikcom, pihak Polres Malang memberikan rekomendasi soal laga Arema FC versus Persebaya yang di dalamnya terdapat masukan mempercepat pertandingan ke sore hari. Surat tertanggal 18 September 2022 ditandatangani langsung Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat.

Surat ini merupakan rujukan atas surat Panpel Arema FC Nomor 014/PANPEL/ARM/IX/2022 tanggal 12 September 2022 perihal rekomendasi pertandingan dan bantuan keamanan pertandingan sepakbola antara Arema FC vs Persebaya Surabaya. Dalam rujukan itu, terdapat perkiraan intelijen singkat soal kerawanan laga Arema FC vs Persebaya.

Polres Malang meminta laga ini dipercepat ke sore hari. Alasan yang disebutkan dalam surat itu adalah murni karena keamanan.

Seperti diketahui, tragedi Kanjuruhan seusai pertandingan Arema FC melawan Persebaya menyebabkan 127 orang meninggal dunia. Tragedi Kanjuruhan ini menjadi kabar duka bagi dunia sepakbola Tanah Air. Selain 127 orang tewas, ada seratusan warga yang masih dalam perawatan.

Kericuhan bermula saat para suporter Arema menyerbu lapangan setelah timnya kalah melawan Persebaya. Banyaknya suporter yang menyerbu lapangan direspons polisi dengan menghalau dan menembakkan gas air mata.

Gas air mata juga ditembakkan ke arah tribun. Tembakan gas air mata tersebut membuat para suporter panik, berlarian, dan terinjak-injak.

Simak Video: FIFA Sudah Larang Gas Air Mata! Polri Tetap Gunakan, Kenapa?

[Gambas:Video 20detik]




(gbr/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT