2 Anggota Polisi Turut Jadi Korban Tewas Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

ADVERTISEMENT

2 Anggota Polisi Turut Jadi Korban Tewas Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Farih Maulana Sidik - detikNews
Minggu, 02 Okt 2022 06:13 WIB
Pesepak bola Arema FC Arkhan Fikri (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Persebaya Surabaya Muhammad Alwi Slamat (kanan) dalam pertandingan lanjutan BRI Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/tom.
Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan (Foto: ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)
Jakarta -

Kerusuhan suporter Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, menewaskan 127 orang. Dari total korban tewas itu, dua di antaranya adalah anggota kepolisian.

"Dalam kejadian tersebut, telah meninggal 127 orang, dua di antaranya anggota Polri," kata Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta dalam konferensi pers di Polres Malang, Minggu (2/10/2022).

Sebanyak 125 orang yang tewas merupakan suporter Arema FC. Para suporter yang tewas itu, 34 orang di antaranya tewas di dalam stadion dan sisanya tewas di rumah sakit saat proses pertolongan medis.

"Yang meninggal di stadion ada 34 kemudian yang lain meninggal di rumah sakit pada saat upaya proses pertolongan," ucapnya.

Lebih lanjut, Nico menyebut ada 13 mobil yang rusak. Mobil yang dirusak massa suporter itu di antaranya mobil dinas milik Polri, mobil patroli, mobil K9, dan juga ada mobil pribadi.

Seperti diketahui, kericuhan bermula saat para suporter Arema menyerbu lapangan usai timnya kalah melawan Persebaya. Banyaknya suporter yang menyerbu lapangan direspons polisi dengan menghalau dan menembakkan gas air mata.

Gas air mata juga ditembakkan ke arah tribun. Tembakan gas air mata tersebut membuat para suporter panik, berlarian, dan terinjak-injak.

Simak Video: Detik-detik Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, 127 Orang Tewas

[Gambas:Video 20detik]




(fas/fas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT