ADVERTISEMENT

GBI Beri Peringatan Keras ke Pendeta Gilbert Lumoindong Terkait Brigadir J

Mei Amelia R - detikNews
Sabtu, 01 Okt 2022 17:57 WIB
Pendeta Gilbert Lumoindong Nilai Cuitan Evolusi Abu Janda Multitafsir
Pendeta Gilbert Lumoindong (istimewa)
Jakarta -

Pernyataan Pendeta Gilbert Lumoindong terkait Brigadir Yosua menuai kontroversi. Pengurus Pusat Gereja Bethel Indonnesia (GBI) memberikan peringatan keras kepada Pendeta Gilbert atas pernyataannya tersebut.

detikcom mengonfirmasi soal surat tersebut kepada Pendeta Gilbert Lumoindong dan ia membenarkan adanya surat dari GBI tersebut. Gilbert Lumoindong mengatakan telah melaksanakan apa yang diperintahkan GBI.

"Iya, betul," ucap Pendeta Gilbert Lumoindong, saat dihubungi detikcom, Sabtu (1/10/2022).

Salah satu perintah Pengurus Pusat GBI adalah agar Pendeta Gilbert Lumoindong mencabut pernyataan/tayangannya di YouTube yang menimbulkan kegaduhan. Pendeta Gilbert Lumoindong pun telah melaksanakan hal itu.

"Iya, sudah saya cabut sebelum ada surat peringatan. Justru setelah dicabut baru saya terima suratnya, kemudian saya lapor kepada pimpinan ini sudah saya jalankan," ujarnya.

Dalam surat yang beredar, ada 4 keputusan GBI terhadap Pendeta Gilbert Lumoindong. Berikut 4 poin surat peringatan GBI kepada Pendeta Gilbert Lumoindong:

1. Memberikan peringatan keras kepada Pendeta Gilbert Lumoindong atas pernyataan dalam tayangan YouTube dan beredar di media sosial sehingga menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat luas, serta dampak yang tidak baik bagi korps pendeta dan nama baik organisasi GBI.

2. Memerintahkan Pendeta Gilbert Lumoindong agar mencabbut pernyataan/tayangan yang telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat dalam waktu selambat-lambatnya 3x24 jam ke depan, sejak surat peringatan ini dibuat.

3. Memerintahkan Pendeta Gilbert Lumoindong untuk segera meminta maaf secara terbuka sehingga tidak menyebabkan dampak yang lebih buruk lagi.

4. Tidak mengulang tindakan yang sama dengan membuat pernyataan di luar kapasitasnya sebagai seorang pendeta, namun fokuslah memberikan Firman Tuhan/Injil Kristus.

Surat tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum Badan Pengurus Pusat GBI, Pendeta Rubin Adi Abraham dan Sekretaris Umum Pendeta Josafat Mesach.

Pendeta Gilbert Meminta Maaf

Sebelumnya, Pendeta Gilbert Lumoindong telah meminta maaf atas ucapannya yang terkesan menjustifikasi seolah Brigadir J sebagai pelaku pelecehan di kasus Ferdy Sambo. Pendeta Gilbert Lumoindong pun akhirnya men-take down video yang memuat pernyataannya tersebut.

"Saya atas nama pribadi menyampaikan maaf sebesar-besarnya untuk keluarga Pak Samuel Hutabarat dan Ibu Rosti Simanjuntak, orang tua Brigadir J, jika ada pernyataan-pernyataan saya yang mengecewakan dan menyakitkan," kata Gilbert dilihat dari akun YouTube pribadinya, Sabtu (1/10/2022).

Gilbert Lumoindong telah menghapus video berisi pernyataannya itu. Ia mendoakan keluarga Brigadir J.

"Videonya saya take down, tetapi saya tetap mendoakan Bapak dan Ibu keluarga seperti selalu saya katakan," katanya.

Gilbert menyatakan tidak bermaksud menyakiti perasaan keluarga Brigadir J. Gilbert menyadari kesalahannya sebagai hamba Tuhan yang tidak luput dari kekurangan.

"Tidak ada maksud saya untuk menyakitkan, tetapi sebagai manusia biasa, hamba Tuhan, pasti tidak lepas dari satu kekurangan," ucapnya.

Di akhir video, Gilbert kembali menyampaikan permintaan maafnya kepada keluarga Brigadir J.

"Dan sekali lagi, kalau ada hal-hal mengecewakan dari saya, buat seluruh keluarga besar, izinkan saya menyampaikan permohonan maaf saya dengan setulus hati dan kiranya permohonan saya yang tulus dapat diterima. Kiranya Tuhan Yesus menguatkan kita masing-masing dalam rangka kasihnya," tuturnya.

Baca di halaman selanjutnya: pernyataan Gilbert Lumoindong yang viral di medsos...

Simak juga 'Kapolri Pastikan Sambo Cs Bakal Ditampilkan Saat Pelimpahan Tahap Dua':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT