Olah TKP Kebakaran Cikini, Tim Labfor Bawa Kompor-Selang Gas dari Lokasi

ADVERTISEMENT

Olah TKP Kebakaran Cikini, Tim Labfor Bawa Kompor-Selang Gas dari Lokasi

Mulia Budi - detikNews
Sabtu, 01 Okt 2022 12:27 WIB
Kebakaran terjadi di Jalan Cikini Kramat, Menteng, Jakpus, Selasa (27/9/2022).
Foto: dok. Istimewa
Jakarta -

Tim Pusat Laboratorium dan Forensik (Puslabfor) Mabes Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat. Sejumlah barang bukti sisa-sisa kebakaran diambil untuk dipelajari.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin mengatakan olah TKP itu terjadi pada Kamis (29/9). Tim Labfor lalu membawa kompor yang diduga berkaitan dengan penyebab kebakaran terjadi.

"Kayak ada bekas selang gas, kemudian ada bekas kompor, dan beberapa barang lainnya yang memang diduga ada kaitannya dengan terjadinya kebakaran," kata Komarudin saat dihubungi, Sabtu (1/10/2022).

Komarudin mengatakan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim Labfor paling cepat akan keluar dalam waktu dua pekan. Dia menyebut penyebab kebakaran akan diketahui berdasarkan hasil Labfor tersebut.

"Kalau paling cepat biasanya 10 hari ya, paling cepat itu, biasanya dua mingguanlah. Mudah-mudahan dua minggu keluar, karena kan ya betul harus kita dalami penyebab kebakaran itu apakah karena korsleting listrik atau tabung gas seperti yang disampaikan beberapa saksi," tuturnya.

500 Jiwa Terdampak

Kebakaran di permukiman di Menteng, Jakarta Pusat (Jakpus), berdampak terhadap 500 jiwa. Kebakaran tersebut melanda daerah yang luasnya sekitar 2.000 meter persegi.

"Tadi dihitung keseluruhan ada 75 KK (keluarga), kurang lebih 500 jiwa yang terdampak," kata Ketua RT 004, Ahmad Yani, kepada wartawan di lokasi, Selasa (27/9).

Kebakaran terjadi di Jalan Cikini Kramat, Pegangsaan, Menteng, Jakpus, pada Selasa (29/9) sekitar pukul 04.35 WIB. Ia menuturkan terdapat 30 rumah semipermanen yang ludes terbakar.

"Total ada 30 rumah yang ludes terbakar dan ada 21 rumah yang terbakarnya hanya sebagian," tuturnya.

Sementara waktu, warga yang terdampak kebakaran dibuatkan tenda dan menumpang di rumah warga yang tidak terdampak kebakaran. Selain itu, terdapat dapur darurat yang digunakan warga untuk memasak.

"Saat ini warga yang terdampak sementara waktu beristirahat di tenda darurat ini. Lalu kita juga buat dapur darurat untuk masak dan keperluan lainnya," tuturnya.

Simak juga 'Saat Rumah 2 Lantai di Pondok Bambu Terbakar, Diduga Akibat Korsleting':

[Gambas:Video 20detik]



(ygs/ygs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT