Polisi Harus Tetap Periksa Satpam BIN

Polisi Harus Tetap Periksa Satpam BIN

- detikNews
Senin, 10 Jul 2006 08:28 WIB
Jakarta - Meski BIN telah mengklarifikasi pemukulan oleh satpamnya, mahasiswa UKI Untung Suropati menolak mencabut laporannya. Dia malah meminta polisi tetap menyelidiki kasus ini."Seharusnya tidak ada diskriminasi dan polisi harus memeriksa satpam BIN itu," kata pengacara Untung, Nurkholis Hidayat kepada detikcom, Senin (10/7/2006).Nurkholis mengungkapkan, belum ada rencana untuk melakukan pencabutan terhadap laporan ke polisi tersebut. Karena ini adalah kasus pidana dan merupakan tanggung jawab pribadi."Sampai saat ini belum ada permintaan dari Untung mengenai pencabutan terebut," katanya.Sebelumnya Untung melaporkan kasus pemukulan ini ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) di Polda Metro Jaya pada Kamis, 6 Juli yang lalu. Ia mengungkapkan kalau dirinya dipukuli oleh satpam BIN Erik Supriyatna.Saat itu Untung sedang menaiki ojek yang dikemudikan oleh Lukman Hadi.Menurut versi Untung, pemukulan ini terjadi ketika ada satpam BIN yang menghentikan ojek yang ditumpanginya. Karena ada mobil yang hendak keluar kompleks BIN.Kejadian ini terjadi pada 16 Juni 2006 sekitar pukul 17.20 WIB. Karena tidak fokus dan tidak memperhatikan sekitarnya, mobil itu justru menabrak ojek. Setelah mobil itu pergi Untung dan Lukman dipukuli oleh Satpam BIN.Namun keterangan Untung ini berbeda jauh dengan klarifikasi yang disampaikan oleh BIN.Dalam klarifikasinya BIN menyatakan kalau ojek yang dikemudikan oleh Lukman justru melawan arus kendaraan. Akibatnya ojek tersebut menyerempet Erik. Kejadian ini menimbulkan salah paham. Namun, BIN membantah terjadi pemukulan saat kejadian itu. (fay/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads