Kapolri: Ferdy Sambo Bukan Polisi Lagi

ADVERTISEMENT

Kapolri: Ferdy Sambo Bukan Polisi Lagi

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Jumat, 30 Sep 2022 14:41 WIB
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan sudah menerima keputusan presiden (keppres) terkait pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) Irjen Ferdy Sambo. Dia menyatakan Sambo sudah bukan polisi lagi.

"Barusan kami sudah mendapatkan informasi bahwa keputusan PTDH dari Istana, dari Sesmilpres tadi kami sudah dihubungi, tadi sudah dikeluarkan (keppresnya)," kata Jenderal Sigit dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (30/9/2022).

"Status FS tentunya secara resmi saat ini sudah tidak menjadi anggota Polri," tambahnya.

Dia mengaku pihaknya sudah mendapatkan kepres pemecatan Sambo.

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Keppres tentang PTDH atau pemecatan Ferdy Sambo. Salinan Keppres itu sudah dikirim ke Asisten SDM Polri.

"Sudah ditandatangani dan sudah dikirim ke ASDM Polri," kata Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres) Laksamana Muda TNI Hersan kepada detikcom, Jumat (30/9).

Seperti diketahui, Setneg telah menerima berkas pemecatan Ferdy Sambo. Berkas pemecatan itu dikirim setelah permohonan banding PTDH yang diajukan Ferdy Sambo ditolak.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengkonfirmasi berkas pemecatan Sambo itu sudah diterima Setneg. Dia meminta agar semua pihak menunggu berkas tersebut diproses.

"Ya tunggu saja, tunggu saja, pokoknya sudah sampai saja (berkas pemecatan Ferdy Sambo)," kata Pramono Anung di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (29/9).

Banding Ferdy Sambo Ditolak

Sebelumnya, majelis sidang banding etik memutuskan menolak permohonan banding terkait putusan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) atau pemecatan Irjen Ferdy Sambo. Artinya, Ferdy Sambo tetap dipecat dari Polri.

Sidang banding ini dipimpin oleh Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto di Mabes Polri, Senin (19/9). Putusan banding ini bersifat final dan mengikat.

"Satu, menolak permohonan banding pemohon banding," ujar Komjen Agung.

"Dua, menguatkan putusan sidang Komisi Kode Etik Polri," sambungnya.

(jbr/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT