Di P20, DPR Siap Tunjukkan Komitmen RI Kurangi Emisi Lewat Konsep Go Green

ADVERTISEMENT

Di P20, DPR Siap Tunjukkan Komitmen RI Kurangi Emisi Lewat Konsep Go Green

Sukma Nur - detikNews
Jumat, 30 Sep 2022 14:21 WIB
Panel Surya DPR
Foto: DPR
Jakarta -

Siap menjadi tuan rumah perhelatan The 8th G20 Parliamentary Speaker Summit (P20) yang akan digelar pekan depan, DPR RI akan menunjukkan komitmen Indonesia dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG's) yang menjadi agenda dunia.

"Salah satunya adalah strategi pembangunan ekonomi hijau dan rendah karbon untuk mengurangi emisi," ujar Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Gilang Dhielafararez, dalam keterangan tertulis, Jumat (30/9/2022).

Gilang mengatakan pada kegiatan yang mengusung tema 'Stronger Parliament for Sustainable Recovery' tersebut, DPR akan mengangkat isu mengenai pembangunan ekonomi hijau di P20. Tak hanya itu, DPR juga siap menunjukkan aksi telah dimulainya penerapan berbagai kebijakan yang ramah lingkungan atau go green, salah satunya dengan adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Gedung DPR.

"Panel surya yang dibangun di Taman Energi DPR dipakai untuk memenuhi kebutuhan tambahan listrik di lingkungan parlemen," tuturnya.

Ia melanjutkan, Ketua DPR RI Puan Maharani telah memberikan instruksi kepada jajarannya untuk menerapkan praktik-praktik kehidupan go green guna menunjang pembangunan hijau. Seperti, mengurangi penggunaan botol plastik, meminimalisir pemakaian kertas (paperless), pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, dan lain-lain.

"Ibu Ketua DPR memulai gerakan DPR Hijau sebagai aksi nyata untuk memerangi krisis iklim di mana isu ini merupakan agenda dunia yang harus dilakukan secara bersama-sama," ungkap Gilang.

Gilang menambahkan, Puan terus mengkampanyekan agar parlemen mengurangi jejak karbon dimulai dari lingkungan dewan. Selain itu, Puan juga memberikan sejumlah masukan teknis agar perhelatan P20 nanti menyiratkan komitmen Indonesia terhadap pengurangan emisi.

"Ibu Ketua kemarin juga menyarankan agar ruang-ruang pertemuan P20 di Gedung DPR sudah otomatis. Jadi kalau di ruangan nggak ada orang, lampu dan listrik di ruangan tersebut akan otomatis mati," jelasnya.

Dalam kegiatan P20, DPR juga akan mendorong penanaman jutaan pohon untuk Indonesia dan seluruh dunia. Gerakan penanaman pohon diharapkan bisa mengurangi pemanasan global atau global warming.

"Tentunya isu green economy penting dibawa mengingat masalah kerusakan lingkungan menjadi salah satu isu darurat yang dihadapi dunia. Seluruh negara harus mampu menunjukkan komitmennya melaksanakan tindakan nyata mengupayakan pembangunan berkelanjutan," papar Gilang.

Dalam kegiatan ini, akan ada empat isu utama yang diangkat DPR dalam forum. Pertama, mengenai pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau. Kedua, soal ekonomi inklusif dan ekonomi kuat untuk menghadapi tantangan terkini yaitu krisis pangan, energi, dan stagnasi. ketiga, terkait parlemen efektif dan demokrasi dinamis. Keempat mengenai kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Parlemen dari Rusia dan Ukraina pun dipastikan akan menghadiri P20 melengkapi 36 negara lainnya yang dianggap memiliki peran strategis bidang ekonomi dan politik global. Gilang berharap, dalam P20 yang diselenggarakan di Indonesia ini dapat menjadi jembatan perdamaian untuk Rusia dan Ukraina.

"Memang P20 tidak secara khusus membahas perang Rusia dan Ukraina. Tapi kita berharap, Indonesia bisa memfasilitasi perdamaian Rusia dan Ukraina," ucapnya.

"Kita juga berharap, seperti yang disampaikan Ibu Ketua DPR, hasil dari P20 dapat menetapkan sebuah kesepakatan bersama yang dapat mendorong adanya aksi nyata dalam merespons berbagai masalah global, termasuk penanganan pasca pandemi COVID-19," imbuhnya.

Melalui Presidensi G20, Indonesia dikatakan harus menegaskan kembali kepemimpinan di tingkat internasional. Apalagi, Gedung DPR dibangun dengan visi internasional sejak Presiden Soekarno memimpin Indonesia.

"Kompleks parlemen Senayan dibangun karena Presiden Soekarno ingin membentuk Conefo, sebuah forum internasional yang setara dengan PBB di New York," ujarnya.

Oleh karena itu, penguatan peran dan fungsi parlemen untuk pemulihan berkelanjutan dinilai sangat dibutuhkan di tengah berbagai tantangan krisis energi, krisis pangan, dan krisis keuangan global. Parlemen disebut harus kuat dari sisi fungsi dan perannya untuk berhadapan dengan hal tersebut.

"Selama ini, DPR RI memiliki fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Melalui P20, DPR RI akan memperkuat fungsi diplomasi parlemen," pungkas Gilang.

Sebagai informasi, P20 akan digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada 6-7 Oktober 2022 mendatang. Acara ini merupakan forum parlemen negara-negara G20 yang diselenggarakan dalam satu rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Selain memegang kursi Presidensi G20 untuk pertama kalinya, Indonesia juga menjadi tuan rumah bagi forum multilateral tersebut.

(ega/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT