Kadin Heran Lawatannya ke Israel Dipermasalahkan

Kadin Heran Lawatannya ke Israel Dipermasalahkan

- detikNews
Minggu, 09 Jul 2006 18:15 WIB
Jakarta - Pengurus Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mengaku heran mengapa keberangkatannya ke Israel dalam rangka memenuhi undangan Manufacturers Association of Israel dipermasalahkan. Kadin beranggapan, keberangkatan delegasinya pada 25-29 Juni lalu tidak bisa dikaitkan dengan serangan Israel ke Palestina karena serangan itu baru terjadi setelah rombongan tersebut kembali dari lawatan."Sebenarnya bisnis Indonesia-Israel banyak, tetapi selama ini selalu melalui negara ketiga seperti Singapura, Cina dan Malaysia dengan merek perusahaan lain. Hingga kita tak bisa menghitung nilai perdagangan. Kali ini kita tak mau dimanfaatkan negara lain," jelas Wakil Ketua Kadin Bidang Investasi, Transportasi, Telekomunikasi, Teknologi Informasi dan Pariwisata, Chris Kanter, dalam perbincangannya dengan detikcom Minggu, (9/7/2006). Chris adalah salah satu orang Kadin yang turut ke Israel.Rombongan Kadin yang ke Israel selain Chris adalah Ketua Umum Kadin MS Hidayat, Ketua Komite tetap kerjasama ekonomi multilateral dan perdagangan internasional Kadin Shinta Widjaya Kamdani, John Prasetyo dari bidang ekonomi kerjasama internasional, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sandiaga S Uno dan dua pengurus Nahdlatul Ulama (NU) yang keduanya juga pengusaha beserta beberapa anggota Kadin lainnya.Dijelaskannya, undangan pihak Israel tersebut telah datang ke meja Kadin sekitar setahun lalu namun baru kali ini Kadin bisa memenuhinya. Pertemuan tersebut belum menghasilkan apa pun tapi pembicaraan pertama itu ditujukan ke pembentukan working group untuk melihat potensi apa yang bisa dieksplor di kedua negara. Chris menilai hubungan bisnis berbeda dengan hubungan antar-pemerintah. "Ini kan intinya bisnis jadi B to B, bukan hubungan pemerintah. Seperti hubungan dagang dengan Taiwan, meski tak ada hubungam diplomatik," kata Chris. Chris menuturkan, hubungan Israel-Palestina memanas setelah rombongannya kembali ke Indonesia. Jika sebelum berangkat hubungan kedua negara ini memanas, tentunya Kadin akan menunda keberangkatan karena bagi pengusaha, situasi yang tak aman adalah hal yang sensitif."Dan bukan hanya kita yang berdagang (dengan Israel), tapi juga dengan negara Timur Tengah seperti Mesir, Yordania, termasuk Palestina sendiri," ungkapnya.Kadin melihat potensi hubungan dagang kedua negara bisa difokuskan pada ekspor produk pertanian. "Israel berminat dengan produk pertanian kita," tambahnya. (arn/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait