Pesawat Tak Berawak Nyungsep di Lumpur Lapindo
Sabtu, 08 Jul 2006 21:12 WIB
Sidoarjo - Lumpur panas kembali memakan korban. Kali ini yang nyungsep di lumpur Desa Reno Kenongo adalah pesawat remote control milik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Sabtu (8/7/2006).Pesawat itu terjatuh ketika hendak memotret daerah banjir lumpur dari udara. Pesawat buatan ITS Tahun 2005 ini terjatuh dua menit setelah tinggal landas dari jalan tol Gempol-Surabaya kilometer 38.Pesawat dibuat ITS Mei 2005 lalu dengan berat 3,5 kilogram. Pesawat mampu terbang setinggi 1.000 meter selama satu jam. Pesawat mengunakan bahan bakar etanol. Selain itu juga dilengkapai dengan peralatan khusus seperti kamera digital dan kamera video.Belum diketahui penyebab terjatuhnya pesawat seharga Rp 15 juta ini. Yang pasti pesawat berwarna kuning itu sebelumnya berhasil terbang selama 15 menit dengan ketinggian 500 meter dan melakukan tugasnya.Setelah itu pesawat tak berawak ini mendarat untuk dilihat hasil pemotretan dan sekaligus untuk mendinginkan mesinnya. Pesawat pun istirahat selama 30 menit, sekitar pukul 13.30 WIB tim dari ITS dipimpin Kresna kembali menjalankan pesawat tersebut. Nah saat terbang itulah pesawat yang dioperatori Kresna angin kencang bertiup. Sang pilot pun mencoba mendaratkan pesawat di jalan tol tempat pemberangkatannya. Namun naas, saat hendak landing pesawat itu menukik ke endapan lumpur tak jauh dari tol.Kerusakan terjadi dibagian ekor dan sayap, sedangkan untuk mesin masih utuh. Kresna pun optimis pesawat masih bisa diperbaiki."Kerusakan seperti ini sudah biasa. Mesinnya juga masih utuh bisa diperbaiki lagi, tidak terlalu parah kok. Tapi untuk pesawat ini adalahyang pertama kalinya kecelakaan," terang Kresna saat ditemui di Desa Reno Kenongo Kec Porong Sidoarjo.
(ddn/)











































