Sekda DKI Sebut Jakarta Bakal Terdampak dari Perubahan Iklim Dunia

ADVERTISEMENT

Sekda DKI Sebut Jakarta Bakal Terdampak dari Perubahan Iklim Dunia

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 29 Sep 2022 06:50 WIB
Sekda DKI Jakarta Marullah Matali
Marullah Matali (Foto: Pemprov DKI Jakarta)
Jakarta -

Sekretaris Daerah DKI Marullah Matali mengungkap Kota Jakarta bakal terdampak perubahan iklim dunia yang berdampak pada ancaman tenggelam hingga gelombang panas. Kota Jakarta, kata dia, pun menyiapkan langkah mitigasi menghadapi ancaman tersebut.

Merujuk data dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), kawasan Asia Tenggara menghadapi kenaikan permukaan air laut, gelombang panas, kekeringan, dan badai yang semakin intens akibat dampak dari pemanasan global, tak terkecuali Kota Jakarta.

"Jakarta berada di area ini, (sedangkan) di area ini tadi saya sampaikan, mulai dari kenaikan permukaan air laut dan dampak dari perubahan iklim global, itu Jakarta pasti terdampak," kata Marullah dalam acara Peningkatan Kapasitas Implementasi Dampak Bencana Iklim pada kota-kota di Asia Tenggara yang Rentan Terkena Dampak Pemanasan Global di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Rabu (28/9/2022).

Marullah menekankan, Jakarta bukanlah menantang, melainkan menyiapkan mitigasi dampak dari perubahan iklim global. Karena itu, dia berharap melalui perkumpulan sejumlah negara asia tenggara ini dapat mencapai target emisi mengatasi tantangan perubahan iklim.

"Kolaborasi di antara negara-negara ini sangat penting untuk mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC) dan mengatasi tantangan perubahan iklim global di Asia Tenggara, rumah bagi seperempat populasi dunia," ujar Marullah.

Marullah memandang, ancaman penurunan muka tanah di pesisir Jakarta merupakan cerita lama. Bahkan, saat ini penurunan muka tanah itu sudah mulai terjadi. Karena itu, semuanya mesti diantisipasi melalui sinergi antarseluruh pihak.

"Cerita ini kan bukan tahun ini, cerita ini bahkan mulai tahun 80-an kita udah dengar ini mulai penurunan permukaan tanah di pesisir Jakarta, dan sekarang mulai kelihatan. Tetapi, apakah itu bisa diantisipasi mitigasi dengan baik?" jelasnya.

"Ini bukan urusan Jakarta tok, bahkan bukan urusan Dinas Lingkungan Hidup tok, ini urusan kita semua, ketika itu terjadi masalahnya kita semua," tambahnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Asep Kuswanto menjelaskan sejumlah aksi menghadapi perubahan iklim beserta efek gas rumah kaca, mulai dari penanganan sampah hingga mereduksi sumber karbon.

"Jadi perubahan iklim dan efek gas rumah kaca kami secara kontinyu juga melakukan berbagai macam aksi aksi, ada lebih kurang empat sampai lima aksi dari penanganan sampah, mereduksi sumber karbon baik dari industri dan transportasi. Kemudian melakukan penanaman forest tree dan pastinya bagaimana ketahanan iklim bisa diantisipasi oleh OPD DKI," jelas Asep.

Asep mengakui, isu perubahan iklim mulai berdampak terhadap Kota Jakarta. Seperti misalnya, Jakarta kini mengalami penurunan muka tanah, banjir rob hingga cuaca tak menentu.

Sebagai gambaran, Asep menjelaskan kondisi cuaca tak menentu menyebabkan kita tak bisa lagi memperkirakan musim penghujan. Selain itu, perubahan iklim menyebabkan petani tak bisa lagi menentukan panen padi.

"Yang dulu misalnya ada buah buah yang tumbuh subur di musim panas semakin jarang. Ini perlu diantisipasi," terangnya.

Simak juga 'BLACKPINK Suarakan Perubahan Iklim di Majelis Umum PBB':

[Gambas:Video 20detik]



(taa/eva)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT