Pengacara Heran Deolipa Gugat Bharada E Rp 15 M: Di Mana Pikirannya?

ADVERTISEMENT

Pengacara Heran Deolipa Gugat Bharada E Rp 15 M: Di Mana Pikirannya?

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 28 Sep 2022 16:48 WIB
Ronny Talapessy
Ronny Talapessy (Yulida/detikcom)
Jakarta -

Pengacara Bharada E atau Bharada Richard Eliezer, Ronny Talapessy, mengatakan kliennya sudah tak mau memberikan kuasa kepada Deolipa Yumara dan Muhammad Burhanuddin. Ronny mengaku tak habis pikir dengan gugatan Deolipa yang meminta pembayaran fee Rp 15 miliar.

"Klien kami nggak mau lagi kasih kuasa, dia (penggugat) mau maksa, dia mau nangis dia mau teriak, Bharada E tidak mau kasih kuasa, karena apa? sudah tidak nyaman," kata Ronny di PN Jaksel, Rabu (28/9/2022).

Ronny mengatakan Bharada E juga tidak punya uang untuk membayar pengacara. Sebab, menurutnya, Bharada merupakan pangkat terendah di kepolisian. Dia menyebutkan Bharada E dan orang tuanya tidak punya uang Rp 15 miliar.

"Masalah gugatan perdatanya Rp 15 miliar, tidak ada uang, terus seandainya sidang perdata ini mau eksekusi bagaimana? Ya kan? Apa dia mau datang ke Manado? Dia mau eksekusi rumah kontrakan? Itu orang tuanya saja masih ngontrak, inget loh orang tuanya cuma sopir, masa digugat Rp 15 miliar? Di mana pikirannya," katanya.

Selain itu, menurutnya, gugatan perdata yang diajukan Deolipa membuang waktu. Ia meminta penggugat Deolipa mencari pekerjaan lain.

"Perlu saya tegaskan bahwa seandainya dia menggugat, sudahlah jangan buang-buang waktu, sudahlah cari pekerjaan lainnya. Kalau seandainya mencari uang Rp 15 miliar itu klien kami tidak punya uang," katanya.

Ronny mengatakan pihak keluarga Bharada E juga merasa terganggu dengan adanya gugatan Rp 15 miliar dari eks pengacara Bharada E. Pihak keluarga sedang fokus menghadapi sidang pidana yang menjerat Bharada E sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat (Brigadir J).

Ronny meminta eks pengacara Bharada E tidak mencari sensasi dengan mengajukan gugatan Rp 15 miliar tersebut.

"Maksud saya, jangan lah kita hanya untuk mencari sensasi kemudian untuk hanya tanda kutip mencari uang, jangan lah lewat ini, ini kasihan, ini orang kecil, Bharada E itu pangkat paling bawah," katanya.

Sementara itu, Rory Sagala selaku pengacara sidang perdata Bharada E mengatakan gugatan Rp 15 miliar itu mengada-ada. Menurut Rory, Deolipa merupakan pengacara yang pro bono alias gratis atau cuma-cuma karena ditunjuk oleh negara.

"Seperti yang saya sampaikan, itu mengada-ada untuk tuntutan Rp 15 miliar itu, dia mengakui dia ditunjuk negara. Di KUHAP itu, pengacara yang ditunjuk negara oleh penyidik, itu pro bono. Jadi tidak ada dasarnya dia menuntut Rp 15 miliar," ungkap Rory.

Rorry menilai Deolipa tidak memiliki bukti terkait gugatannya tersebut.

"Jadi gugatannya tidak berdasar. Tidak ada kontrak, bahkan kalau ada kontrak itu ranahnya wanprestasi. Itu sama sekali nggak ada kontrak. Kami yakin bahwa penggugat tidak akan bisa membuktikan dalil-dalilnya di persidangan. Pro bono itu cuma-cuma," imbuh Rory.

Simak video 'Hakim Berhalangan, Sidang Gugatan Rp 15 M Deolipa ke Richard Ditunda':

[Gambas:Video 20detik]



Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT