Tanggal 7 Kok Tak Ada Playboy?
Sabtu, 08 Jul 2006 17:07 WIB
Denpasar - Entah apa artinya tanggal 7 bagi Playboy edisi Indonesia. Tapi yang jelas, dua edisi Playboy sama-sama beredar pada tanggal 7. Namun untuk bulan Juli ini, tanggal 7 berlalu tanpa kehadiran Playboy. Ada apa gerangan?Edisi perdana Playboy beredar pada 7 April dengan cover wajah lokal Andhara Early. Pada bulan Mei, Playboy absen menyusul suasana yang tidak kondusif. Sebulan berikutnya, edisi kedua Playboy muncul pada 7 Juni dengan cover wajah impor Amar Doriane asal Prancis.Lalu Playboy edisi 3? Well, hingga Sabtu (8/7/2006) majalah syur yang penerbitannya cukup kontroversial di Tanah Air ini tak terlihat. Itu artinya sudah sehari berlalu dari tanggal 7 bulan Juli ini.Pemilik Swasti Agensi, Endang Sancaya Rini di Jl Kepundung, Denpasar yang ditemui detikcom membenarkan Playboy edisi 3 belum juga terbit. Padahal Endang sudah memesan 500 eksemplar majalah berlogo kelinci bertuksedo itu."Nggak tahu apakah mundur berapa hari, tapi katanya terbit minggu depan. Mundur atau maju penerbitan majalah itu sih hal yang biasa, semua majalah juga begitu kok," kata Endang sambil menyebutkan salah satu majalah dewasa berlisensi luar negeri lainnya.Meski yakin Playboy edisi 3 bakal laku, namun Endang memprediksi tidak akan selaku edisi 2. Itu sebabnya dia menurunkan jumlah pesanan. Sewaktu Playboy edisi 2 Endang memesan 600 eksemplar, namun sisa 10 persen. Sedangkan pada edisi 1 dia hanya memesan 300 eksemplar."Beda jauh sama majalah sejenis lainnya, saya bisa pesan sampai 750 eksemplar," tutur Endang sembari kembali menyebut salah satu majalah dewasa yang kerap menampilkan tulisan tentang urusan ranjang itu.Endang juga mengaku tidak tahu dan tidak mendapat bocoran siapa yang akan menjadi cover Playboy edisi 3. "Nggak dikasih tahu, nggak boleh dibocorin," ujarnya.Pantauan detikcom, penjualan Playboy edisi 2 di Denpasar tidak selaris manis edisi 1. Di beberapa kios, Playboy edisi 2 masih mejeng. Majalah bercover Amar Doriane berlingerie hitam ini pun terlihat masih dipampang di supermarket besar Tiara Dewata. Pada edisi keduanya, Playboy tercatat berkantor di Bali setelah pindah dari Jakarta. Namun Playboy edisi 2 lebih dulu beredar di Jakarta, sedangkan Bali sehari setelahnya.
(sss/)











































