Sekda DKI: Target Rumah DP Rp 0 Bukan Diturunkan, tapi Rasionalisasi

ADVERTISEMENT

Sekda DKI: Target Rumah DP Rp 0 Bukan Diturunkan, tapi Rasionalisasi

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 28 Sep 2022 14:42 WIB
Sekda DKI Jakarta Marullah Matali
Sekda DKI Jakarta Marullah Matali (Foto: dok. Pemprov DKI Jakarta)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta kembali menurunkan lagi target pembangunan hunian rumah DP Rp 0 menjadi 9.081 unit. Sekretaris Daerah DKI Jakarta Marullah Matali memandang itu merupakan bentuk rasionalisasi.

"Jadi pembangunan ini tetap berkelanjutan terus. Kalau saya katakan itu, kenapa itu diturunin, bukan diturunin, sebenarnya rasional itu," kata Marullah Matali di Hotel Aryaduta, Jl KKO Usman, Jakarta Pusat, Rabu (28/9/2022).

Marullah memandang pandemi COVID-19 selama 2 tahun terakhir membuat realisasi program DP Nol hampir tidak ada alias nol persen. Kendati begitu, dia meyakini peristiwa seperti ini tak hanya terjadi di Jakarta semata.

"Kemarin 2 tahun kita tak bisa berbuat apa pun. Oleh karena itu, kita katakan 2 tahun itu ya nol. Target 2 tahun itu kan hampir tidak, ya semua, bukan cuma kita, bukan tidak dikerjakan sama sekali. Kita tidak mampu mengerjakan apa-apa karena COVID," jelasnya.

Karena itulah, lanjut Marullah, realisasi pembangunan rumah DP Rp 0 tidak sesuai target yang tercantum dalam RPJMD 2017-2022 sebesar 232.214 ribu unit.

"(Target 200 ribu unit) bukan tidak rasional, waktu itu kan perencanaan kita tahun ini segini, tahun ini segini, ternyata 2 tahun ini kan absen, nggak ada sama sekali," ujarnya.

Karena itu, dengan adanya target baru 9.081 unit dalam Rencana Pembangunan Daerah (RPD) 2023-2026, Marullah optimistis angka itu dapat tercapai. "Rasanya sih optimistis, mudah-mudahan jadi," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta Sarjoko menjelaskan angka 9.081 merupakan potensi penyediaan rumah DP Rp 0 melalui pihak swasta. Sejauh ini, pihak swasta yang baru menyelesaikan perizinan pembangunan adalah Sarana Jaya dan Perum Perumnas.

"Ini kan sebenarnya program selanjutnya. Itu kita lihat ada potensi beberapa swasta yang berkomitmen untuk penyediaan hunian terjangkau melalui skema DP 0, meskipun ini masih proses penyelesaian perizinan, saya bilang ini masih dalam proses penyelesaian perizinan," kata dia.

"Yang sudah firm kan baru dari Perumda Sarana Jaya dengan Perumnas. Swasta yang sekarang baru menyelesaikan perizinan," lanjut Sarjoko.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menurunkan lagi target pembangunan hunian rumah DP Rp 0 menjadi 9.081 unit. Ini merupakan kedua kalinya Anies menurunkan target pembangunan hunian rumah DP Rp 0 dari target semula yang berjumlah 232.214 unit.

Target baru pembangunan hunian rumah DP Rp 0 itu tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 25 Tahun 2022 tentang RPD 2023-2026 yang diteken Anies Baswedan pada 10 Juni 2022.

Dokumen tersebut awalnya menjelaskan pemerintah memberikan fasilitas pembiayaan pemilikan rumah melalui program DP Rp 0. Perusahaan BUMD, swasta, hingga BUMN dibidik sebagai penyedia hunian tersebut.

"Pemerintah mendorong para pelaku pembangunan untuk menyediakan hunian terjangkau dari segi harga jual bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan potensi penyediaan hunian sebanyak 9.081 unit yang dibangun oleh BUMD dan swasta/BUMN," demikian isi dokumen RPD yang dilihat, Minggu (25/9/2022).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria angkat bicara mengenai penurunan target rumah DP Rp 0 menjadi 9.081 unit. Riza menuturkan, target yang tertuang dalam RPD 2022-2026 itu turut mempertimbangkan masa jabatan Pj Gubernur DKI Jakarta pengganti Anies.

"Itu kan harus disesuaikan dengan masa waktu Pj Gubernur. Pj Gubernur itu kan kurang lebih dua tahun kan beda waktu Anies-Sandi dan Anies sama saya," terang Riza saat ditemui di Perpusnas, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Minggu (25/9).

Lihat juga video 'Tuntutan untuk Para Terdakwa Pusaran Kasus Rumah DP 0 %':

[Gambas:Video 20detik]



(taa/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT