Gerakan Kembali ke UUD 1945 Khianati Founding Fathers
Sabtu, 08 Jul 2006 08:54 WIB
Jakarta - Gerakan kembali ke UUD 1945 dianggap telah melenceng. Karena gerakan itu telah mengkhianati Founding Fathers, Soekarno dan Muhammad Hatta."Para pendiri bangsa ini sebelumnya telah menyadari kalau UUD 1945 ini tidak sempurna. Dan jika ada itu (gerakan) berarti bertentangan dengan founding father," kata pengamat politik asal FISIP UI Valina Singka Subekti saat dihubungi detikcom, Sabtu (8/7/2006).Valina menjelaskan, amandemen itu dilakukan karena UUD 1945 memiliki sejumlah kelemahan secara struktural. Karena dengan menerapkan UUD 1945 akan menciptakan pemerintah yang tidak demokratis."Amandemen 1,2,3, dan 4 itu telah memperbaiki kelemahan yang struktural," jelas Valina yang baru saja mendapatkan gelar doktornya dengan desertasi yang berjudul "Proses Perubahan UUD 1945 di MPR RI 1992-2002".Valina, yang kini menjabat sebagai anggota KPU, memaparkan sejumlah perubahan dapat dilihat dari UUD 1945 yang sudah diamandemen itu. Diantaranya adalah adanya pembatasan terhadap kekuasaan presiden, memperkuat kewenangan DPR, trjadi perlindungan terhadap HAM."Ini telah membentuk chek and balances di pemerintahan kita," ujar wanita yang selalu berkerudung ini.Melihat adanya pandangan untuk kembali ke UUD 1945, Valina meminta agar penggagas itu membaca terlebih dahulu hasil amandemen UUD 1945. Menurutnya dasar konstitusi ini selalu terbuka untuk dilakukan perubahan."UUD'45 adalah konstitusi yang bersifat modern. Jadi bisa disempurnakan sesuai dengan aturan yang ada," imbuhnya.
(ary/)











































