Anggota DPR: Syarat Tinggi Badan Taruna TNI Dibahas di Rapat Bareng Prabowo

ADVERTISEMENT

Anggota DPR: Syarat Tinggi Badan Taruna TNI Dibahas di Rapat Bareng Prabowo

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 28 Sep 2022 05:48 WIB
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Taufiq R Abdullah.
Foto: Taufiq R Abdullah (dok. istimewa)
Jakarta -

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB Taufiq R Abdullah mengatakan syarat tinggi badan calon taruna dan taruni TNI sempat dibahas dalam rapat dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto hingga Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. Taufiq mengaku sempat mendengar cerita Prabowo soal prajurit TNI berprestasi, namun badannya tidak terlalu tinggi.

"Soal syarat tinggi badan sempat jadi pembicaraan pada Raker Komisi 1 dengan Menhan yang juga dihadiri Panglima dan para Kepala Staf. Intinya, bahwa tinggi badan hanyalah salah satu ukuran kualifikasi kuantitatif untuk menjaring calon taruna," kata Taufiq kepada wartawan, Selasa (27/9/2022).

"Bahkan Menhan bercerita, berdasarkan pengalamannya memimpin di kesatuan militer, banyak prajurit dengan tinggi badan terbatas atau relatif pendek, justru memiliki prestasi yang gemilang. Artinya, badan tinggi tidak lantas menjadi selalu unggul secara kualitas," kata dia.

Taufiq mengatakan syarat tinggi badan taruna dan taruni yang direvisi itu tak akan menimbulkan masalah. Dia mengatakan hal itu tidak akan mengurangi kualitas prajurit.

"Oleh karenanya, toleransi syarat tentang ketinggian badan dengan menguranginya sungguh bisa dimengerti dan tidak akan menimbulkan masalah atau mengurangi kualitas dari prajurit dalam menjalankan tugas," jelasnya.

Menurut Taufiq, sistem pertahanan saat ini terus berkembang dan banyak menggunakan teknologi. Namun, dia mengatakan kekuatan fisik prajurit tetap diperlukan.

"Lebih dari itu, sesuai dengan perkembangan dunia pertahanan, bahwa peperangan hari ini banyak dilakukan dengan menggunakan teknologi yang sangat mensyaratkan kecerdasan dari para prajurit. Tentu kekuatan dan daya tahan fisik juga tetap sangat diperlukan. Apalagi jika dikaitkan dengan perang proxy yang membutuhkan keragaman skill, maka tentunya mempengaruhi sistem dan target rekrutmen calon prajurit," tutur dia.

Simak penjelasan Panglima TNI pada halaman berikut.

Saksikan Video 'Saat Aturan Tinggi Badan Masuk TNI Direvisi Panglima TNI':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT