Penanggulangan Lumpur Panas Capai Titik Terbaik

Penanggulangan Lumpur Panas Capai Titik Terbaik

- detikNews
Jumat, 07 Jul 2006 23:48 WIB
Sidoarjo - Penanganan penghentian luapan lumpur panas Lapindo Brantas hingga sampai saat ini menurut Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) sudah mencapai titik terbaik meski luapan lumpur belum berhenti sepenuhnya."Kita telah melakukan yang terbaik. yang terpenting lingkup tugas kita yang pertama adalah menghentikan semburan lumpur yang masih ada walau tidak besar," kata Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, saat mengunjungi lokasi semburan lumpur panas PT Lapindo Brantas di sumur banjar panji 1, Porong, Sidoarjo, Jumat (7/7/2006).Menurutnya, mengapa hal itu bisa dikatakan yang terbaik, karena untuk melakukan penghentian luapan lumpur, tim penanggulangan lumpur panas telah mendatangkan para senior-senior yang ahli dalam hal perminyakan."Jadi usaha yang kita lakukan sudah maksimal untuk memberhentikan sumur ini," tegasnya.Untuk memulai pengerjaan awal penyumbatan luapan lumpur dari mulut sumur banjar panji 1, tim ahli gabungan dari unsur pemerintah, BP Migas, Lapindo serta Abel Company baru akan menggunakan Blow Out Prefenter pada hari senin depan. Karena saat ini, tim sedang mempersiapakan peralatan yang akan digunakan. Karena, tim ahli berhadapan dengan kedalaman sekitar 3.000 Meter di bawah permukaaan laut. "Jadi peralatan yang mau kita terjunkan harus betul-betul siap, kapasitas harus benar-benar baik. Sehingga nanti tidak terjadi kesalahan yang kedua kalinya," ungkap Purnomo.Sedangkan untuk menurunkan fish dengan kedalaman 6.000 Meter, menurut Purnomo, baru akan diturunkan pada senin (10/7/2006) depan dengan dipimpin Dr Rudi Rubiandini tim dari pemerintah."Kita turunkan hari senin, karena kita sudah tahu persis posisi didalam sumur itu seperti apa. Ibaratnya didalam sumur itu apa yang terjadi. Istilah kita fish atau ikan. Apakah ikan itu masih ada disitu atau sudah jatuh ke kedalaman yang lebih dalam.Dari situ kita akan turunkan semua peralatan kita. Untuk bisa menganalisa, kira-kira apa yang kita lakukan. Jadi Senin, Selasa merupakan titik penentuan kita," tegasnya.Purnomo menambahkan, apabila nantinya pengoperasian fish ini mengalami kegagalan, maka tim penanggulangan lumpur akan mengoperasikan Relief Weel yang tempatnya sudah dipersiapkan 500 meter dari titik semburan lumpur. Sementara itu, mengenai adanya keputusan dari pihak kepolisian yang telah menetapkan dua orang manajemen Lapindo sebagai tersangka dan apakah nantinya keputusan pihak kepolisian ini dapat mempengaruhi jalannya operasi penghentian lumpur, Purnomo menegaskan, silakan proses pemeriksaan itu tetap jalan, yang penting operasi lapangan ini tetap kita turunkan ahli-ahli terbaik kita.Karena kita memahami, operasi perminyakkan memang yang dihadapi salah satunya resiko seperti ini. Menurutnya, kasus di porong ini merupakan kasus unik. Karena terjadi di daerah pemukiman penduduk, tidak seperti di daerah lain. "Instruksi saya kepada mereka, cepat kita selesaikan masalah banjir lumpur ini secepat mungkin," tegas Purnomo. (ary/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads