KSP Balas Pengacara Lukas Enembe: Pejabat Semestinya Beri Contoh

ADVERTISEMENT

KSP Balas Pengacara Lukas Enembe: Pejabat Semestinya Beri Contoh

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Selasa, 27 Sep 2022 17:49 WIB
Deputi V Kepala Staf Kepresidenan RI Jaleswari Pramodhawardani (Foto: KSP)
Deputi V Kepala Staf Kepresidenan RI Jaleswari Pramodhawardani (Foto: dok. KSP)
Jakarta -

Kantor Staf Presiden (KSP) membalas jawaban pengacara Gubernur Papua Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening, atas seruan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal semua pihak harus menghormati panggilan KPK. KSP mengatakan pejabat seharusnya menjadi teladan dalam menghormati proses hukum.

"Pernyataan Presiden Joko Widodo pada Senin (26/9) lalu, bila ditelaah lebih dalam, sesungguhnya merupakan refleksi mendalam atas dinamika yang sedang berkembang saat ini terkait proses penegakan hukum yang tengah diupayakan oleh KPK," kata Deputi V KSP Jaleswari Pramodhawardani dalam keterangan tertulis, Selasa (27/9/2022).

"Ironis ketika pejabat yang semestinya memberikan contoh dan komitmen tinggi dalam menghormati proses hukum yang tengah dihadapinya justru tidak memperlihatkan contoh dan komitmen tersebut secara maksimal," sambung Jaleswari.

Jaleswari menjelaskan KPK mempunyai aturan tersendiri terkait penanganan kesehatan seorang tersangka. Dia menegaskan KPK tak akan menghalang-halangi hak seorang tersangka.

"Urusan teknis terkait kepentingan medis, KPK sudah memiliki mekanismenya tersendiri yang pada pelaksanaannya tidak mengurangi hak-hak tersangka, sehingga urusan tersebut semestinya tidak secara sadar dan sengaja diperlakukan sebagai alasan yang dapat dipersepsikan merintangi upaya penegakan hukum," ujar Jaleswari.

Tanggapan Pengacara Lukas Enembe

Presiden Jokowi sebelumnya meminta agar Lukas Enembe menghormati panggilan KPK. Namun pihak Lukas Enembe beralasan sakit sehingga tidak bisa memenuhi panggilan KPK sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi terkait APBD Pemprov Papua.

"Kita menghormati Bapak Presiden mengatakan seperti itu, tapi Bapak Presiden tahu bahwa Bapak Lukas sakit. Kita menunggu sampai beliau sembuh karena salah satu syarat orang dimintai keterangan (adalah) harus sehat. Kalau sakit, bagaimana mau datang," ucap Stefanus Roy Rening selaku salah satu kuasa hukum Lukas Enembe dalam jumpa pers di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (26/9).

Roy Rening mengaku memahami apa yang disampaikan Jokowi. Namun dia meminta Jokowi turut memahami kondisi kesehatan Lukas Enembe belum memungkinkan untuk memenuhi panggilan KPK.

"Kita menghormati bahwa Bapak Presiden sudah mulai memberikan perhatiannya pada kasus ini. Tapi kita juga mau sampaikan kepada Bapak Presiden Jokowi, Bapak (Lukas Enembe) sedang sakit dan bagaimana kita mencari solusinya agar disembuhkan dulu penyakitnya, baru kita masuk ke tahap penyidikan karena jangan sampai malah membuat Pak Lukas semakin parah," ucap Roy Rening.

Simak Video: Buka Suara Pihak Lukas Enembe soal Hobi Main Judi di Luar Negeri

[Gambas:Video 20detik]



(knv/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT