Tanam Lebih dari 100.000 Pohon, Gojek Dukung Pariwisata Berkelanjutan

ADVERTISEMENT

Tanam Lebih dari 100.000 Pohon, Gojek Dukung Pariwisata Berkelanjutan

Atta Kharisma - detikNews
Selasa, 27 Sep 2022 16:18 WIB
Gojek-GoGreener
Foto: Gojek
Jakarta -

Gojek memperkuat posisi sebagai aplikasi andalan beraktivitas sehari-hari bagi pelanggannya. Salah satunya dengan menyediakan pilihan untuk memulai gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

"Kami percaya inovasi dapat memberikan kemudahan untuk masyarakat agar memiliki kebiasaan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Hal ini diwujudkan dengan adanya pilihan bagi pelanggan untuk berkontribusi dalam menyerap emisi karbon melalui Pohon Kolektif GoGreener," ujar Chief of Public Policy and Government Relations GoTo Group Shinto Nugroho dalam keterangan tertulis, Selasa (27/9/2022).

Sejak peluncuran pertama fitur Pohon Kolektif GoGreener dalam layanan GoRide dan GoCar pada bulan Januari 2022, partisipasi pelanggan sudah mencapai lebih dari 320.000 dan berhasil menghasilkan penanaman lebih dari 100.000 pohon. Mulai dari pohon bakau, trembesi, dan nangka dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.

Melanjutkan aktivitas penanaman, Gojek bersama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), mitra konservasi dan Jejakin menyelenggarakan penanaman lebih dari 40.000 pohon bakau di Taman Hutan Raya Mangrove, Pelabuhan Benoa. Hal ini sebagai wujud kolaborasi sektor swasta, pemerintah dan masyarakat untuk lingkungan bertepatan dengan momentum World Tourism Day.

Dalam kesempatan tersebut, Menparekraf Sandiaga Uno menyampaikan apresiasinya kepada Gojek dan Jejakin yang memudahkan masyarakat berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon.

"Saya mengapresiasi Gojek dan Jejakin yang telah menyediakan pilihan bagi pelanggannya melakukan penyerapan karbon melalui fitur Pohon Kolektif GoGreener. Saya harap fitur ini dapat membantu memudahkan masyarakat untuk turut berpartisipasi dan berkontribusi terhadap target pengurangan emisi karbon 50% di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pada 2035," tutunya.

"Selain fokus pada upaya pemulihan sektor pariwisata pasca pandemi melalui promosi ketahanan wisata, kami juga fokus mendorong bertumbuhnya pariwisata berkelanjutan, yakni pariwisata yang berorientasi dampak jangka panjang bagi sosial, ekonomi, serta lingkungan. Menurut data yang ada, sektor pariwisata menyumbang 8% karbon dunia sehingga menjadi salah satu topik yang dibahas dalam presidensi G20 Indonesia di Tourism Ministerial Meeting tahun ini," lanjut Sandiaga.

Ia juga mengajak masyarakat membangun kondisi sosio-ekonomi yang komprehensif guna meningkatkan taraf hidup, membangkitkan perekonomian serta menciptakan lapangan kerja.

"Mari kita lanjutkan perkembangan untuk menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, melalui penyesuaian kebijakan untuk menghadapi tantangan di depan mata. Mari kita bangun kondisi sosio-ekonomi masyarakat secara komprehensif dengan tujuan peningkatan taraf hidup masyarakat, kebangkitan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Target kami adalah penciptaan 1,1 juta lapangan kerja di tahun 2022 dan 4,4 juta lapangan kerja di tahun 2024," jelasnya.

Sebelumnya, fitur penyerapan jejak karbon yang serupa dengan GoGreener telah diadopsi oleh Kemenparekraf di website Pesona Indonesia. Melalui fitur ini, masyarakat tak hanya diberikan kemudahan mengakses informasi terkait jumlah karbon yang dikeluarkan, tapi juga diberikan informasi yang transparan tentang jumlah dan perkembangan pohon yang ditanam lewat layanan ini.

Dari Kontribusi, Gojek Berikan Transparansi

Sementara itu, Head of Sustainability Grup GoTo Tanah Sullivan mengatakan komitmen perusahaan untuk terus menjaga transparansi dan inovasi merupakan bagian yang tidak terlepaskan dari operasional bisnis.

"Dalam mendorong gaya hidup ramah lingkungan, kami menangkap perlu adanya upaya edukasi yang diimbangi dengan inovasi berkelanjutan. Oleh karena itu, kami menggarisbawahi pentingnya transparansi dan inovasi," imbuhnya.

Dalam upaya tersebut, Gojek bekerja sama dengan Jejakin. Jejakin adalah startup bidang lingkungan yang secara serius melakukan pemantauan melalui teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT), untuk selanjutnya dilaporkan kepada pelanggan melalui email secara berkala.

GojekFoto: Gojek

Rangkaian teknologi seperti diameter sensor, water infiltrasi sensor dan soil and air sensor digunakan untuk mengukur diameter pohon, kondisi tanah (kelembapan, suhu, pH, intensitas) serta kondisi udara sehingga bisa diperoleh hasil laporan maksimal.

"Bagi kami transparansi menunjukkan keseriusan dalam menghormati setiap kontribusi pelanggan. Untuk itu, kami memastikan mereka mendapatkan informasi yang jelas, lengkap, dan berkala dari pohon yang telah ditanam," tandas Tanah.

Di samping transparansi yang terus dijaga, inovasi dan strategi jangka panjang Gojek dalam bidang keberlanjutan semakin kuat dengan hadirnya fitur Pohon Kolektif GoGreener dalam layanan pesan antar makanan GoFood. Sambil menjelajah puluhan juta ragam kuliner, kini pelanggan dapat menyerap jejak karbon langsung di dalam aplikasi.

(ega/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT