Timbunan Sampah 'Saingi' Jembatan Layang Tomang

Timbunan Sampah 'Saingi' Jembatan Layang Tomang

- detikNews
Jumat, 07 Jul 2006 18:01 WIB
Jakarta - Sampah! Sampah! Sampah! Itulah mungkin salah satu permasalahan yang harus diatasi calon Gubernur DKI Jakarta mendatang.Bagaimana tidak, sebuah jembatan layang yang seharusnya dapat dijadikan sebagai pemandangan kota berubah menjadi pemandangan yang menjijikkan dan merusak pemandangan setiap orang yang melihatnya.Aroma serta pemandangan yang tidak mengenakkan ini menebar di sepanjang Jalan Tanjung Selor, tepat di bawah jembatan layang Tomang, Jakarta Barat.Ini dikarenakan lokasi tersebut dijadikan sebagai tempat penampungan sampah sementara dari warga Cideng dan sekitarnya sejak tahun 1972. Tentu bisa dibayangkan bagaimana keadaannya.Pantauan detikcom, Jumat (7/7/2006), puluhan gerobak sampah terparkir di bawah jembatan layang. Timbunan sampah pun tampak menumpuk di sekitarnya. Tak heran jika bau tak sedap tercium."Buat orang lama, bau ini sudah biasa. Tapi buat yang baru memang bau," kata seorang penarik sampah, Tadi (45).Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebenarnya sudah memberikan solusi dengan menugaskan para petugas pengangkut sampah dua kali dalam sehari, yaitu pada pukul 05.00 WIB dan 23.00 WIB.Namun hal itu tidak membantu. Jangankan menghilangkan sampah, untuk menguranginya pun tidak sanggup. Sempat juga dicoba dengan menggunakan alat penghancur sampah. Tapi lagi-lagi usaha ini mentok karena alatnya kini sudah rusak akibat harus menghancurkan sampah-sampah yang begitu banyak.Sudah dirusak dengan masalah sampah, tempat ini semakin terlihat sumpek karena hadirnya puluhan rumah gubuk liar di sekitar lokasi tumpukan sampah.Tak kurang sekitar puluhan rumah gubuk liar berjejer di bawah fasilitas lalu lintas darat yang menghubungkan warga ke segala arah ibukota itu.Selain masalah sampah dan rumah liar, lingkungan juga diperparah dengan banyaknya sampah yang berjatuhan di Kali Cideng. Ini menyebabkan warna kali menjadi hitam pekat. Bau kali yang menyeruak pun tak kalah dengan bau sampah yang menumpuk itu.Tapi apa mau dikata, itulah salah satu sisi kehidupan di Jakarta. Meski penuh dengan tumpukan sampah dan air kali yang sangat bau, tapi bagi warga penghuni rumah gubuk liar itu tetap menjadi sebuah kenikmatan hidup untuk sekadar berlindung dari hujan dan panasnya matahari.Anak-anak, orang tua dan beberapa pemuda terlihat bercengkrama bersama menutup hari yang cukup melelahkan setelah seharian penuh menarik gerobak sampah atau menjadi pemulung di Jakarta.Tumpukan sampah yang menjulang tinggi itu pun bak hendak menyaingi tingginya jembatan layang. Semoga tidak sampai kejadian! (ahm/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads