Kekerasan di Aceh Harus Diusut Tim Independen

Kekerasan di Aceh Harus Diusut Tim Independen

- detikNews
Jumat, 07 Jul 2006 17:36 WIB
Jakarta - Aksi kekerasan masih sering terjadi di Provinsi Aceh. Untuk membantu polisi menuntaskan kasus tersebut, pemerintah harus membentuk tim independen.Dalam kurun waktu dua hari, pada 3-4 Juli, sedikitnya terjadi 4 aksi kekerasan bersenjata di berbagai daerah di Aceh. Akibatnya, sejumlah orang tewas dan luka-luka. Jika hal ini didiamkan, bukan tidak mungkin suasana tenang yang mulai ada di daerah berjuluk 'Serambi Makkah' itu akan terganggu."Perlu dibentuk tim independen untuk mengungkap kasus-kasus tersebut," kata Kordinator Aceh Working Group, Rusdi Marpaung di kantor Imparsial, Jl Diponegoro, Jakarta, Jumat (7/7/2006).Tim independen dibentuk untuk membantu kepolisian dalam mengungkap kasus-kasus penembakan yang terjadi. Tim ini akan menjaga independensi penyelidikan, karena sejumlah kasus diduga melibatkan pihak kepolisian dan militer.Misalnya kasus yang terjadi pada tanggal 3 di Sigli. Lima orang yang mengaku dari Polres Sigli membawa kabur uang Rp 17 juta milik perusahaan angkutan barang setempat. Kekerasan yang diduga dilakukan aparat juga terjadi di daerah Paya Bakong, Aceh Utara. Peristiwa ini diduga melibatkan personel Kompi E Batalyon 111. Dalam insiden itu, mobil Aceh Monitoring Mission (AMM) ditembaki sehingga menewaskan seorang mantan anggota GAM serta melukai 1 warga sipil dan 1 polisi."Kami juga meminta agar institusi militer dijauhkan dalam usaha penyelidikan kasus tersebut. Hal ini untuk memberikan hasil penyelidikan yang independen dan adil," tutur Rudi. (djo/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads