Mendes PDTT Bicara Potensi Bisnis Budidaya Anggrek bagi Warga Desa

ADVERTISEMENT

Mendes PDTT Bicara Potensi Bisnis Budidaya Anggrek bagi Warga Desa

Sukma Nur Fitriana - detikNews
Selasa, 27 Sep 2022 11:26 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar
Foto: Dok. Kemendes PDTT
Jakarta -

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar (Gus Halim) mengatakan budidaya anggrek di desa mampu mendukung pencapaian tujuan SDGs Desa. Menurutnya, budidaya anggrek bisa menjadi potensi bisnis yang menciptakan iklim ekonomi warga desa yang merata jika dimanfaatkan dengan baik.

"Dalam rangka pencapaian tujuan-tujuan SDGs Desa. Maka budidaya anggrek akan mendukung pencapaian tujuan SDGs Desa ke-8, yakni pertumbuhan ekonomi desa merata," kata Gus Halim dalam keterangan tertulis, Selasa (27/9/2022).

Hal tersebut disampaikannya dalam acara Batu International Orchid Show Tahun 2022 bersama Perhimpunan Anggrek Indonesia di Batu, Jawa Timur pada Minggu (25/9).

Ia mengatakan 301 desa di Jawa Timur mengalami eskalasi di bidang ekspor. Dari 301 desa tersebut, rata-rata pengekspor produk unggulan di masing-masing desa dan salah satunya adalah hasil budidaya anggrek.

"Di Jawa Timur ini, sudah ada 301 Desa yang mengekspor produk unggulannya. Data BPS tahun 2020 menyebutkan produk anggrek di Jawa Timur mencapai 4,2 juta tangkai," ungkapnya.

Berdasarkan data BPS tersebut, Halim mengapresiasi padatnya pertumbuhan budidaya anggrek di sejumlah desa di Jawa Timur. Dia menilai peluang budidaya anggrek di Jawa Timur bisa merambah ke pasar internasional. Sebab, ekspor produk unggulan desa, telah banyak direalisasikan oleh 2.042 desa di Indonesia.

"Singkatnya, desa-desa di Jawa Timur punya potensi besar dalam pengembangan usaha dan budidaya anggrek tak hanya berskala nasional, namun juga internasional. Karena itu yang dilakukan oleh dua ribuan desa di Indonesia," jelasnya.

Lebih lanjut, ia berharap budidaya anggrek terus dikonsolidasikan ke seluruh desa di Jawa Timur. Ia ingin peningkatan kapasitas budidaya anggrek di seluruh desa, serta wilayah yang strategis dalam aspek penanamannya terus digencarkan.

"Potensi ini harus disinergikan dengan desa-desa di Jawa Timur. Caranya dengan memberikan pelatihan budidaya anggrek kepada warga desa, mendorong budidaya anggrek untuk desa-desa yang feasible dengan tanaman anggrek," ucapnya.

Selain itu, Halim juga mengatakan terkait tujuan SDGs Desa ke-8 ini memiliki sejumlah indikator yang di antaranya bertujuan untuk mendukung pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) desa yang rata-rata di atas Rp30 juta, serta mempermudah akses UMKM.

Disisi lain, menekan tingkat pengangguran terbuka sampai 0% juga berpengaruh terhadap Padat Karya Tunai Desa (PKTD), sehingga dapat menyerap 50% lebih pengangguran di Desa.

Halim menyebutkan yang tak kalah penting dalam mencapai tujuan ke-8 SDGs Desa adalah upaya ini dilakukan untuk menggenjot jumlah wisatawan agar terus meningkat. Sehingga akan berdampak pada menanjaknya nilai wisata mencapai 8% terhadap PDB Desa.

Sebagai informasi, acara yang berlangsung di Balai Kota Among Tani, Kota Batu tersebut dihadiri oleh Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, sejumlah anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, perwakilan Kepala Daerah se Jawa Timur-Bali. Selain itu, hadir juga beberapa delegasi dari mancanegara. Di antaranya datang dari Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Simak juga 'Budidaya Ikan Bandeng Air Payau, Sekali Panen Capai 500 Kg':

[Gambas:Video 20detik]



(akd/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT