Pengertian Pahlawan Revolusi Indonesia: Sejarah dan Tokohnya

ADVERTISEMENT

Pengertian Pahlawan Revolusi Indonesia: Sejarah dan Tokohnya

Widhia Arum Wibawana - detikNews
Selasa, 27 Sep 2022 11:16 WIB
Pengertian Pahlawan Revolusi Indonesia: Sejarah dan Tokohnya
Pengertian Pahlawan Revolusi Indonesia: Sejarah dan Tokohnya | Foto: Direktorat SMP Kemdikbud
Jakarta -

Pengertian Pahlawan Revolusi Indonesia perlu diketahui. Pahlawan Revolusi adalah salah satu bentuk gelar kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia kepada tokoh yang berjasa bagi bangsa Indonesia.

Lantas, apa yang dimaksud dengan Pahlawan Revolusi? Bagaimana sejarahnya dan siapa saja nama tokoh Pahlawan Revolusi Indonesia? Berikut informasi lengkapnya.

Pengertian Pahlawan Revolusi Indonesia

Apa itu Pahlawan Revolusi? Pengertian Pahlawan Revolusi adalah salah satu gelar kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia kepada sejumlah perwira Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang telah gugur dalam peristiwa G30S/PKI atau Gerakan 30 September 1965.

Seperti dilansir situs Kemdikbud, mereka ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi berdasarkan beberapa Keputusan Presiden pada tahun 1965. Selanjutnya, sejak ditetapkannya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, gelar Pahlawan Revolusi pun diakui sebagai Pahlawan Nasional.

Berikut ini daftar nama 10 tokoh Pahlawan Revolusi Indonesia:

  1. Jenderal Ahmad Yani
  2. Letjen Suprapto
  3. Letjen S. Parman
  4. Letjen M.T. Haryono
  5. Mayjen D. I. Panjaitan
  6. Mayjen Sutoyo Siswomiharjo
  7. Brigjen Katamso
  8. Kapten Pierre Tendean
  9. A.I.P. II K. S. Tubun
  10. Kolonel Sugiyono
Pengertian Pahlawan Revolusi Indonesia: Sejarah dan TokohnyaPengertian Pahlawan Revolusi Indonesia: Sejarah dan Tokohnya | Foto: Direktorat SMP Kemdikbud

Sejarah Pahlawan Revolusi Indonesia

Sejarah Pahlawan Revolusi Indonesia berhubungan dengan peristiwa Pemberontakan G30S/PKI atau Gerakan 30 September 1965 oleh Partai Komunis Indonesia (PKI). Kala itu, di tengah situasi politik yang sedang tidak stabil, Indonesia dihadapkan dengan sebuah pemberontakan yang bertujuan untuk mengubah ideologi bangsa Indonesia.

Dalam peristiwa yang berlangsung selama dua hari dari tanggal 30 September sampai 1 Oktober 1965 tersebut, pemberontakan telah memakan korban petinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) dan beberapa korban lainnya. Para tokoh yang gugur dalam pemberontakan G30S/PKI itu kemudian diberikan gelar kehormatan Pahlawan Revolusi Indonesia.

Profil Tokoh Pahlawan Revolusi Indonesia

Tentang pengertian Pahlawan Revolusi Indonesia dan sejarahnya sudah diketahui. Selanjutnya membahas tentang siapa saja tokoh Pahlawan Revolusi Indonesia itu. Dilansir dari laman Kemdikbud, ada 10 tokoh Pahlawan Revolusi Indonesia. Berikut ini daftar tokoh dan sekilas profilnya.

1. Jenderal (Anumerta) Ahmad Yani

Seorang petinggi TNI AD di masa Orde Lama. Lahir pada 19 Juni 1922 di Jenar, Purworejo. Di bidang militer, Ahmad Yani turut dalam banyak penumpasan pemberontakan termasuk G30S/PKI. Ahmad Yani tewas dalam tragedi G30S/PKI pada 1 Oktober 1965.

2. Letjen (Anumerta) Suprapto

Lahir di Purwokerto pada 20 Juni 1920. Suprapto aktif dalam bidang militer dan turut dalam beberapa pertempuran. Dalam pemberontakan G30S/PKI, ia pun menjadi korban tewas bersama para petinggi TNI AD lainnya.

3. Letjen (Anumerta) S. Parman

Siswondo Parman atau dikenal S. Parman adalah salah satu petinggi TNI AD di masa Orde Lama. Lahir pada 4 Agustus 1918 di Wonosobo, Jawa Tengah. S. Parman yang amat berpengalaman di bidang intelijen pun mengetahui rencana-rencana pemberontakan PKI. Namun, ia diculik bersama para jenderal lainnya dan harus gugur dalam peristiwa G30S/PKI.

4. Letjen (Anumerta) M.T. Haryono

Mas Tirtodarmo Haryono atau dikenal M. T. Haryono lahir pada 20 Januari 1924 di Surabaya, Jawa Timur. Karirnya di bidang militer amatlah gemilang. Ia juga piawai dalam berbahasa Belanda, Inggris, dan Jerman berguna bagi Indonesia dalam perundingan internasional. Pada 1965 dalam tragedi G30S/PKI, sayangnya M. T. Haryono harus gugur.

5. Mayjen (Anumerta) D. I. Panjaitan

Donald Ignatius Panjaitan atau D. I. Panjaitan lahir pada 9 Juni 1925 di Balige, Tapanuli. Ia memiliki karir cemerlang di bidang militer. Menjelang akhir hayatnya, ia diangkat sebagai Asisten IV Menteri/Panglima Angkatan Darat dan mendapat tugas belajar ke Amerika Serikat. Ia pun tewas dalam pemberontakan PKI 1965.

6. Mayjen (Anumerta) Sutoyo Siswomiharjo

Sutoyo Siswomiharjo lahir 28 Agustus 1922 di Kebumen, Jawa Tengah. Karirnya di bidang militer terus melesat. Tahun 1961, ia diberi tugas sebagai Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal Angkatan Darat. Akan tetapi, Sutoyo yang menentang pembentukan angkatan kelima oleh PKI pun harus ikut gugur dalam peristiwa G30S/PKI.

7. Brigjen (Anumerta) Katamso

Katamso dilahirkan pada 5 Februari 1923 di Sragen, Jawa Tengah. Ia terus berkiprah bersama militer Indonesia. Tahun 1958, Katamso dikirim ke Sumatera Barat untuk menumpas pemberontakan PRRl sebagai Komandan Batalion A Komando Operasi 17 Agustus. Setelah itu menjadi Kepala Staf Resimen Tim Pertempuran (RIP) II Diponegoro di Bukittinggi. Katamso juga menjadi korban tragedi G30S/PKI.

8. Kapten (Anumerta) Pierre Tendean

Piere Tendean lahir 21 Februari 1939 di Jakarta. Pada April 1965, ia diangkat sebagai ajudan Jenderal Nasution. Ketika bertugas, ia tertangkap oleh kelompok G30S dan mengaku sebagai A. H. Nasution di mana sang jenderal berhasil melarikan diri. Namun, dirinya harus mengorbankan nyawa untuk melindungi Sang Jenderal.

9. A.I.P. II (Anumerta) K. S. Tubun

Karel Satsuit Tubun dilahirkan di Tual. Maluku Tenggara pada 14 Oktober 1928. Ketika pemberontakan G30S,K. S. Tubun waktu itu sedang bertugas sebagai pengawal di kediaman Dr. Y. Leimena yang berdampingan dengan rumah Jenderal Nasution. Satsuit Tubun melawan dan terjadi pergulatan. Akhirnya ia ditembak hingga gugur.

10. Kolonel (Anumerta) Sugiyono

Sugiyono lahir pada 12 Agustus 1926 di Desa Gendaran, daerah Gunung Kidul, Yogyakarta. Pada 1 Oktober 1965, Sugiyono yang baru kembali dari Pekalongan ditangkap di Markas Korem 072 yang telah dikuasai gerombolan PKI. la dibunuh dan jenazahnya ditemukan pada 22 Oktober 1965.

Demikian penjelasan tentang pengertian Pahlawan Revolusi Indonesia serta informasi sejarah dan daftar tokohnya.

Simak juga 'Saat Pintu TNI Dibuka untuk Keturunan PKI':

[Gambas:Video 20detik]



(wia/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT