Stres Tidak Terima BLT, Ibu Muda Nekat Bakar Diri
Jumat, 07 Jul 2006 15:20 WIB
Makassar - Jika stres, semua orang bisa berbuat nekat. Upik (20) misalnya. Ibu rumah tangga yang tinggal di Kelurahan Barombong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa ini nekat membakar dirinya. Alasannya, ia tidak termasuk penerima dana Bantuan Langsung Tunai (BLT). Hingga saat ini, Jumat (7/7/2006), Upik masih dirawat di RS Wahidin Sudirohusodo. Nampak sebagian tubuhnya diperban. Luka bakar juga nampak di sekujur tubuhnya. Bahkan luka di sebagian tubuhnya nampak mulai bernanah. Peristiwa naas yang menimpa Upik ini sebenarnya terjadi pada 25 juni lalu. Saat itu, pada pagi harinya Upik ke kantor kelurahan untuk mengurus surat-surat yang dibutuhkan. Namun, bukan kali ini saja Upik mengurus surat-surat dari kelurahan, sebelumnya sudah sering, namun tetap tak mendapat bagian BLT. "Saya juga sudah capek, dan lelah sekali," tutur Upik kepada wartawan. Sepulang dari kantor kelurahan, sekitar pukul 21.30 Wita, Upik lalu langsung menuju dapurnya dan mengambil jerigen berisi minyak tanah. Jerigen yang berisi 1 liter itu, setengahnya dia masukkan ke dalam kompor minyaknya. Sebahagiannya lagi dia siram ke tubuhnya. Tak berselang lama, api telah menyala di tubuh Upik. Karena mendengar teriakan, tetangganya lalu berama-ramai menolong Upik. Dari pengakuan Upik, selain karena BLT tidak dapat, kini pendapatan suaminya selalu tidak cukup untuk makan. Tiap harinya, suaminya, Baso, seorang tukang becak hanya mendapat duit Rp 5 ribu per hari. Saat terbakar, Upik awalnya tidak mau dibawa ke RS karena tidak ada biaya. Tapi, setelah tetangganya berupaya menguruskan keterangan miskin dari kelurahan, barulah Upik dibawa ke RS Bahayangkara. 3 Hari dirawat di RS ini, Upik lalu dipindahkan ke RS Wahidin Sudirohusodo.
(asy/)











































