Hari Bhakti Postel 27 September, Ini Sejarah Peringatannya

ADVERTISEMENT

Hari Bhakti Postel 27 September, Ini Sejarah Peringatannya

Kanya Anindita Mutiarasari - detikNews
Senin, 26 Sep 2022 15:58 WIB
Hari Bhakti Postel adalah momentum peringatan sejarah diambil alihnya Jawatan Pos, Telegraf, dan Telepon (PTT) dari pemerintahan Jepang.Berikut ulasannya.
Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) (Foto: Agus Tri Haryanto)
Jakarta -

Hari Bhakti Postel diperingati setiap tahun pada tanggal 27 September. Hari nasional tersebut adalah momentum peringatan sejarah diambil alihnya Jawatan Pos, Telegraf, dan Telepon (PTT) dari pemerintahan Jepang.

Lalu, bagaimana sejarah lahirnya Hari Bhakti Postel? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Hari Bhakti Postel Setiap 27 September

Salah satu hari penting nasional bulan September adalah Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi atau disingkat Hari Bhakti Postel. Peristiwa bersejarah tersebut diperingati setiap tanggal 27 September.

Hari Bhakti Postel adalah momentum peringatan sejarah diambil alihnya Jawatan Pos, Telegraf, dan Telepon (PTT) dari pemerintahan Jepang.Berikut ulasannya.Hari Bhakti Postel adalah momentum peringatan sejarah diambil alihnya Jawatan Pos, Telegraf, dan Telepon (PTT) dari pemerintahan Jepang. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Boonyachoat)

Sejarah Hari Bhakti Postel

Dilansir laman Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), tanggal 27 September adalah momentum pengambilalihan Kantor Pusat Jawatan Pos, Telegraf dan Telepon (PTT) di Bandung oleh pemuda Indonesia, yaitu Angkatan Muda Pos Telegrap dan Telepon (AMPTT) dari kekuasaan pemerintahan Jepang.

Kemudian, pada tanggal 3 September 1945 setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, Soetoko, penggerak AMPTT mengadakan pertemuan. Tujuannya untuk membahas rencana merealisasikan pemindahan kekuasaan, di mana lahir kesepakatan jika Kantor Pusat PTT harus sudah dikuasai paling lambat akhir bulan September 1945.

Perundingan dengan Jepang Selalu Gagal

Pada fanggal 24 September 1945, Soetoko meminta Mas Soeharto dan R. Dijar untuk menemui pimpinan PTT Jepang, Tuan Osada. Tujuannya untuk berunding dan mendesak agar hari itu juga pihak Jepang mau menyerahkan pimpinan Jawatan PTT secara terhormat kepada Bangsa Indonesia.

Namun perundingan yang dilakukan oleh Mas Soeharto dan R. Dijar bisa gagal karena tidak membuahkan hasil apapun.

Upaya Bangsa Indonesia Merebut Kantor Pusat PTT dari Jepang

Setelah tiga hari gagal berunding dengan pihak Jepang, AMPTT sudah siap dengan senjatanya masing-masing. Pada tanggal 27 September 2022, para rakyat sudah dikerahkan dan massa sudah berkumpul di halaman selatan.

Soewarno dan pasukannya memasuki ruangan kantor yang dikuasai Jepang dan membuat mereka tidak dapat berbuat apa-apa untuk menghalangi AMPTT. Secara sukarela, pasukan Jepang menyerahkan senjatanya.

Lahirnya Hari Bhakti Postel

Setelah itu, rakyat Indonesia menurunkan bendera Jepang dan mengibarkan Bendera Merah Putih pada tiang listrik.Massa yang menjadi saksi perebutan Kantor PTT dari Jepang, mengumandangkan lagu Indonesia Raya.

Akhirnya, peristiwa pengambilalihan Kantor Jawatan PTT dari tangan Jepang oleh Angkatan Muda PTT pada 27 September 1945 diperingati sebagai Hari Bhakti Postel.

(kny/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT