Adu Perspektif, Manuver Dewan Kolonel, Hingga Dendam Lama

ADVERTISEMENT

Adu Perspektif, Manuver Dewan Kolonel, Hingga Dendam Lama

Vandy Yansa - detikNews
Senin, 26 Sep 2022 14:42 WIB
Jakarta -

Partai politik tengah memasuki masa sibuk mencari pasangan koalisi hingga calon presiden. Meski jadwal pemilihan umum serentak masih sekitar dua tahun lagi, sejumlah nama bakal calon presiden dan wakil presiden telah beredar di masyarakat.

Mereka yang sering disebut namanya masih ada yang malu-malu, namun ada juga yang percaya diri menyatakan sebagai capres-cawapres. Bahkan tidak jarang nama si A dipasangkan dengan si B atau si C, kemudian diuji melalui survei elektabilitas untuk dibandingkan dengan pasangan lain.

"(Porsi capres dan cawapres) ya sudah pastilah. Kita akan kasih tahu pastinya. Muktamar PKB kan memutuskan saya. Yang jelas, mandat Muktamar PKB, saya harus maju. Komposisi nasional-agamis, agamis-nasionalis," ujar Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar setelah bertemu dengan Prabowo Subianto di Ponpes API Asri, Tegalrejo, Jumat (23/9/2022).

Sebagaimana istilah 'tidak ada musuh atau teman abadi di dalam politik', kondisi itu mencerminkan hubungan PDIP, Gerindra, dan PKB. Koalisi hingga manuver para elite partai terlihat masih cair, sebagaimana terpotret dalam pertemuan di Hambalang hingga yang terbaru di TMP Kalibata.

"Kita mendoakan Mbak Puan jadi presiden. Moga-moga doanya terkabul dan saya minimal jadi wakil presiden," kata Muhaimin setelah berziarah ke makam Taufiq Kiemas di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (25/9/2022).

Sementara itu, di tengah sibuknya partai mencari koalisi, hubungan PDI Perjuangan dengan Partai Demokrat kembali memanas akibat kritik kepada pemerintah. Kondisi lain PDIP juga tengah upaya merekatkan perpecahan internal partai, akibat perseteruan 'Dewan Kolonel' loyalis Puan dan 'Dewan Kopral' simpatisan pendukung Ganjar Pranowo.

"Jadi apa pun bentuknya, apa pun namanya, itu hanya nama dan bentukan. Yang pasti, bagaimana kita turun ke lapangan, bekerja untuk rakyat, merebut hati rakyat, ya. Semua partai politik pasti menginginkan insyaallah tahun 2024 itu kembali jadi pemenang pemilu. Pokoknya tugas dari seluruh struktur, simpatisan, kader dan seluruh anggota yang menyatakan dirinya PDIP, ayo kita turun ke bawah, rebut hati rakyat dan menangkan PDIP," imbuh Puan.

Lepas dari manuver partai dan para elitenya, dalam konstelasi Pilpres 2024 ada juga nama kuat lain yang tidak berasal dari partai. Meski keinginannya itu tidak dijawab lugas Anies Baswedan, gerakan relawannya tertangkap dalam sebaran tabloid di masjid-masjid kawasan Malang, Jawa Timur.

Perjalanan menuju 2024 benar-benar jadi ajang pemanasan politik yang 'panas'. Lalu seperti apa langkah manuver elite partai politik ke depan? Apakah perpecahan yang terjadi membuat partai solid? Siapkah Anies menyatakan diri terbuka maju sebagai capres?

Adu Perspektif malam ini mengusung topik 'Membaca Manuver Tabloid, Dewan Kolonel, hingga Isu Dendam Lama'. Menghadirkan narasumber Zulfan Lindan (politikus senior Partai NasDem), Masinton Pasaribu (politikus PDI Perjuangan), dan A Khairul Umam (analis politik), saksikan secara langsung dari web serta kanal YouTube detikcom, Senin (26/9/2022) pukul 20.00 WIB.

(ed/ids)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT