Guru di Karawang Ngaku Dipukuli Jaksa, Kejati Jabar Turun Tangan

ADVERTISEMENT

Guru di Karawang Ngaku Dipukuli Jaksa, Kejati Jabar Turun Tangan

Tim detikJabar - detikNews
Senin, 26 Sep 2022 12:44 WIB
Ilustrasi Penganiayaan
Ilustrasi penganiayaan (Edi Wahyono/detikcom)
Karawang -

Jajang, guru Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Karawang, Jawa Barat, mengaku dipukul oknum jaksa. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat akan menelusuri dugaan pemukulan itu.

"Iya, segera akan menelusuri informasi yang sedang berkembang," ujar Kasipenkum Kejati Jabar Sutan Harahap, seperti dilansir detikJabar, Senin (26/9/2022).

Soal sanksi terhadap oknum jaksa tersebut, Sutan mengatakan pihaknya masih akan menelusuri informasi berkaitan sosok oknum jaksa itu. Namun, kata dia, ada tindakan apabila oknum jaksa tersebut memang bekerja di wilayah Jabar.

"Kalau memang ada, nanti dari pihak pengawasan sendiri. Tapi kalau memang wilayahnya kita ya (Kejati Jabar), kita akan melaporkan ke pihak pengawasan internal kita," tuturnya.

"Menelusuri (dulu)-lah, dia itu tugasnya di mana," Sutan menambahkan.

Sementara itu, korban Jajang mengaku dipukuli saat hendak berangkat salat Jumat pada Jumat (23/9/2022). Dia diduga dipukuli pria berinisial T, yang merupakan seorang jaksa di Karawang.

"Iya benar, sudah sedikit pulih setelah dipukuli, hanya sedikit pengap dada," ucap Jajang saat dihubungi, Minggu (25/9/2022).

Kepala SMAN 5 Karawang, Suandi, membenarkan adanya insiden pemukulan terhadap seorang guru tersebut. Suandi mengatakan pelaku pemukulan tersebut adalah oknum jaksa. "Iya betul, dia jaksa tapi tidak bertugas di Karawang," ucap Suandi.

Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Arief Bastomy membenarkan ada laporan terkait dugaan pemukulan tersebut. "Ada pelaporan terkait hal tersebut," ucap Kasat Reskrim melalui pesan tertulis, Minggu (25/9/2022).

Baca selengkapnya di sini dan di sini

Lihat juga video 'Rekonstruksi Awal Kasus Guru Agama Cabuli Siswi SMP di Batang':

[Gambas:Video 20detik]



(idh/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT