Atlet Tenis Batal ke Israel, RI Siap Dapat Sanksi
Jumat, 07 Jul 2006 13:47 WIB
Jakarta - Tim tenis Indonesia untuk kejuaraan Fed Cup secara resmi membatalkan diri ke Israel. Pemerintah siap menanggung segala konsekuensi dari keputusan ini, termasuk sanksi dari International Tennis Federation (ITF).Demikian disampaikan juru bicara Departemen Luar Negeri Desra Percaya dalam jumpa pers di kantornya, Jl Pejambon Raya, Jakarta, Jumat (7/7/2006)."Fed Cup adalah undangan ITF. Namun dengan kejadian agresi Israel terhadap Palestina yang berlebihan, perlu ada ketegasan sikap pemerintah. Tim Fed Cup tidak berangkat ke Israel," kata Desra.Pada 10 Mei 2006, pemerintah telah berkomunikasi dengan Pengurus Besar Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PB Pelti). Dicapai kesimpulan, kemungkinan tim Fed Cup Indonesia tetap berangkat ke Israel. Namun setelah Israel melakukan agresi besar-besaran ke Palestina, pemerintah membatalkan keberangkatan tim Fed Cup ini."Ini bukan mencampuradukkan olahraga dengan politik. Tapi ini adalah prinsip," ujar Desra.Pemerintah telah mempertimbangkan segala akibat dari keputusan ini. Termasuk juga soal sanksi administratif dan finansial yang akan dijatuhkan ITF. Masalah ini juga sudah dibahas Deplu dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga."Pada 6 Juli Deplu juga sudah menyurati ITF. Ini bukan kesalahan Pelti, ini adalah keputusan pemerintah," jelas Desra.
(djo/)











































