SBY ke Korut Dinginkan Suasana
Jumat, 07 Jul 2006 13:20 WIB
Jakarta - Peluncuran rudal Taepodong-2 oleh pemerintah Korea Utara membuat tegang dunia internasional. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendapat titipan dari berbagai negara untuk mendinginkan suasana saat kunjungan ke negara itu pada 17-19 Juli mendatang."Waktu rudal diuji coba Rabu 5 Juli lalu, pemerintah langsung mengutus Dubes Nana Sutresna ke Pyongyang. Keberangkatan Presiden SBY akan tergantung situasi dan respons Korea Utara," ujar Juru Bicara Deplu Desra Percaya di kantornya, Jalan Pejambon, Jakarta, Jumat (7/7/2006).Desra mengatakan sejumlah negara menitipkan pesan untuk dibawa Indonesia bagi pemerintah Korea Utara. Misalnya saja pemerintah Jepang melalui anggota kaukus parlemen Taku Yamasaki meminta Presiden SBY berangkat ke Korut untuk membawa pesan penghentian uji coba rudal."Korut itu deadlock komunikasinya. Indonesia membuka komunikasi justru membawa kepentingan internasional untuk memoderasi mereka," ujar Desra.Menurut dia tidak ada negara di dunia yang mengantisipasi peluncuran rudal Korut pada Rabu 5 Juli lalu. "Sikap Indonesia terhadap nuklir sudah jelas, tidak boleh suatu negara membangun senjata nuklir," tambahnya.
(san/)











































