Hari Ozon Sedunia, BMI PDIP Serukan Aksi Pengendalian Perubahan Iklim

ADVERTISEMENT

Hari Ozon Sedunia, BMI PDIP Serukan Aksi Pengendalian Perubahan Iklim

Atta Kharisma - detikNews
Minggu, 25 Sep 2022 18:55 WIB
BMI PDIP
Foto: Istimewa
Jakarta -

Dalam rangka memperingati Hari Ozon Sedunia, Banteng Muda Indonesia (BMI) menggalakkan aksi pengendalian perubahan iklim ke seluruh pihak. Hal ini dilakukan guna mencegah dampak perubahan iklim yang kian nyata.

Sebagaimana yang dilakukan PDI Perjuangan, Ketua Umum DPP BMI Mochamad Herviano menginstruksikan jajaran BMI, khususnya bidang Kehutanan dan Lingkungan Hidup untuk bergotong-royong menyelenggarakan program yang bersifat menjaga kelestarian bumi.

Hal serupa disampaikan Ketua Bidang Kehutanan dan Lingkungan Hidup DPP BMI Allana Abdullah dalam kegiatan 'Merawat Pertiwi' yang digelar di Pulau Payung, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu (24/9).

Allana menjelaskan 'Merawat Pertiwi' dilakukan dengan kegiatan bersih-bersih pantai, pelepasan tukik, penanaman dan transplantasi terumbu karang, penanaman mangrove, serta pengibaran bendera di bawah laut. Selain itu, BMI juga melakukan pembagian sembako kepada masyarakat dan mengunjungi UMKM perajin olahan buah sukun.

"Kami dari BMI mengajak semua pihak untuk proaktif memulihkan lapisan ozon dan mencegah pemanasan global, antara lain dengan mentaati ketentuan Protokol Montreal, meningkatkan efisiensi energi, dan menciptakan teknologi yang ramah ozon dan ramah iklim," ucap Allana dalam keterangan tertulis, Minggu (25/9/2022).

Ia menerangkan Protokol Montreal adalah sebuah traktat internasional yang dirancang untuk melindungi lapisan ozon, dengan meniadakan produksi sejumlah zat yang diyakini bertanggung jawab atas berkurangnya lapisan ozon atau bahan perusak ozon (BPO) seperti Hydrofluorocarbon (HFC).

Allana menilai kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup. Ia berharap 'Merawat Pertiwi' dapat menggugah generasi muda untuk mengambil langkah yang sama. Apalagi, Indonesia negara maritim yang dikenal memiliki lebih dari 17 ribu pulau.

"Sebagai negara kepulauan, kita sangat concern isu perubahan iklim dengan kenaikan suhu bumi, karena akan berpengaruh langsung sangat luas dan multisektoral pada kita, antara lain bencana alam dan ketahanan pangan," terangnya.

Allana juga setuju dengan pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut perubahan iklim sebagai tantangan bagi semua pihak. Saat berbicara dalam COP26 pada awal November 2021 lalu, Jokowi menjelaskan dengan potensi alam yang begitu besar, Indonesia terus berkontribusi dalam penanganan perubahan iklim.

Mengutip World Meteorological Organization, perubahan iklim dan dampaknya pada 2021 semakin memburuk. Tahun 2021 mencatatkan suhu terpanas selama tujuh tahun terakhir. Oleh karena itu, penanggulangan dampak perubahan iklim menjadi isu prioritas yang menuntut kerjasama global pasca melewati pandemi COVID-19.

"Kami mendukung langkah dan kebijakan yang ditempuh pemerintah untuk mengatasi masalah lingkungan hidup ini, dan khususnya mengapresiasi para pemimpin G20 agar terus mencapai kesepakatan pencegahan pemanasan global," pungkas Allana.

Ia menambahkan solidaritas, kemitraan, kerja sama dan kolaborasi global menjadi kunci penting menghadapi ancaman besar akibat perubahan iklim.

Hadir dalam kegiatan bakti sosial antara lain DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, DPD BMI DKI Jakarta dan DPC PDI Perjuangan Kepulauan Seribu.

Selain itu, hadir pula Ketua-Ketua DPP BMI, yaitu Ketua Bidang Kehormatan Narendra Kiemas, Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Andhika Putra Wijaya, Ketua Bidang Politik dan Keamanan, Mixil Mina Munir, Ketua Bidang Luar Negeri Regina Vianney Ayudya, Ketua Bidang Desa dan Daerah Tertinggal Amanda Eyklimaa, Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Adittya Pratama, Ketua Bidang Pangan dan Pertanian Ibrahim Galih Akbar serta Ketua Bidang Pendidikan Andry Jonathan.

(ega/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT