Musim Kering, Jumlah Pasien DB di RSUD Tarakan Turun
Jumat, 07 Jul 2006 10:38 WIB
Jakarta - Musim hujan sudah berakhir. Pergantian musim ini berdampak cukup signifikan dalam penurunan penyebaran penyakit demam berdarah (DB). Berdasarkan data di RSUD Tarakan, Jakarta Barat, Jumat (7/7/2006), jumlah pasien DB yang dirawat di sana menurun drastis.Dari 298 pasien yang tercatat pada akhir Juni, memasuki bulan Juli 2006, jumlah pasien menurun menjadi 44 orang saja. Menurut Kepala Seksi Keperawatan RSUD Tarakan, Dwi Setyowati, penurunan jumlah pasien ini dipicu oleh keadaan cuaca yang cenderung kering. "Sekarang musim kering. Biasanya pasien menjadi banyak saat perubahan cuaca tidak menentu," kata Dwi di kantornya.Dwi menjelaskan, hingga saat ini pihaknya telah berusaha keras untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Tapi menurut dia, masih terdapat juga kendala dalam menangani pasien terutama dalam menyediakan fasilitas tempat tidur."Soal kendala, paling kita hanya ada pada tempat tidur. Tapi kita sudah antisipasi dengan menyediakan velbed. Pasien kan tidak boleh ditolak. Untuk masalah obat, dokter, dan lain lain tidak ada," ujar Dwi sambil menyebutkan terdapat 3 pasien yang dirawat di velbed.Sementara itu, orangtua pasien penderita demam berdarah, Supandi (50), mengeluhkan kurang siaganya para dokter yang merawat pasien demam berdarah. Dijelaskan dia, pihak rumah sakit hanya mempersiapkan beberapa mahasiswa kedokteran yang sedang praktek."Di sini hanya ada mahasiswa praktek, dokter sebenarnya jarang, paling siang atau sore. Tapi selebihnya memang bagus, tiap jam terus dicek," tutur Supandi.
(ahm/)











































