Mayoritas Petani, 97% Warga Desa Sangiang Bandung Terdaftar BPJS

ADVERTISEMENT

Mayoritas Petani, 97% Warga Desa Sangiang Bandung Terdaftar BPJS

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Sabtu, 24 Sep 2022 16:55 WIB
Kepala Desa Sangiang, Rancaekek, Bandung.
Foto: dok. BPJS Kesehatan
Jakarta -

Manfaat Program JKN BPJS Kesehatan telah dirasakan oleh berbagai masyarakat Indonesia. Adapun program ini menjadi salah satu langkah pencegahan bagi para peserta JKN, terutama saat diserang penyakit secara tiba-tiba.

Melalui program JKN, para peserta tidak perlu kewalahan mencari uang atau menjual harta benda untuk membayar biaya pengobatannya lantara sudah dijamin oleh BPJS Kesehatan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Desa Sangiang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Ateng Latip Lukman (41).

"Program JKN yang dijalankan BPJS Kesehatan menjadi pegangan kita, apalagi kita tidak pernah tahu jika suatu hari diserang penyakit secara tiba-tiba," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/9/2022).

Lebih lanjut, Ateng mengatakan saat ini sebagian besar sudah terdaftar sebagai peserta JKN. Jumlah peserta JKN di desanya pun bahkan telah mencapai 97%.

"Alhamdulillah berdasarkan data yang saya dapatkan, 97,6 persen warga Desa Sangiang telah terdaftar sebagai peserta JKN. Walaupun didominasi oleh peserta yang dibantu Pemerintah (Penerima Bantuan Iuran), namun artinya rata-rata warga Desa Sangiang telah dijamin kesehatannya oleh BPJS Kesehatan," ungkapnya.

Soal manfaat JKN, ia mengatakan hadirnya program JKN juga telah dirasakan oleh warga Desa Sangiang. Terlebih rata-rata warga di desanya berprofesi sebagai petani dan perekonomiannya berada di bawah garis sejahtera. Hal inilah juga yang menjadi alasan Ateng mengimbau warganya untuk mendaftar program JKN.

"Jadi, ada warga yang belum terdaftar di BPJS Kesehatan, tapi tiba-tiba membutuhkan pelayanan medis dan harus dibawa ke rumah sakit. Tentunya apabila didaftarkan sebagai pasien umum maka biaya yang akan dibebankan pasti besar. Sejak saat itu kami dari perangkat desa, menganjurkan kepada warga untuk mendaftarkan diri menjadi peserta JKN karena manfaatnya besar sekali," paparnya.

Di samping itu, Ateng mengatakan dirinya juga kerap menemukan permasalahan. Beberapa waktu lalu, ia menemukan warga yang mengeluh walaupun sudah terdaftar sebagai peserta JKN kemudian menjadi korban penganiayaan sehingga pengobatannya tidak ditanggung oleh Program JKN. Meski hal tersebut sudah sesuai dengan regulasi,namun masih banyak warga yang belum paham hal tersebut.

"Dari beberapa pengalaman yang saya ceritakan, tentunya kami perangkat Desa dan seluruh warga Desa Sangiang membutuhkan sosialisasi dari BPJS Kesehatan agar dapat menyampaikan betapa pentingnya menjadi peserta JKN, termasuk penyakit yang ditanggung atau tidak, atau hal-hal lainnya yang perlu diketahui masyarakat," paparnya.

Meski demikian, Ateng mengapresiasi pelayanan program JKN di fasilitas kesehatan yang menurutnya semakin hari semakin baik pelayanannya.

"Selain banyak yang terbantu dengan hadirnya Program JKN, warga juga menyampaikan kepuasannya terhadap pelayanan yang diberikan di fasilitas kesehatan. Pelayanan yang didapatkan sesuai dengan harapan," pungkasnya.

(prf/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT