Ibu Penganiaya Anak Kandung di Jonggol Diduga ODGJ, Kini Dibawa ke RSJ

ADVERTISEMENT

Ibu Penganiaya Anak Kandung di Jonggol Diduga ODGJ, Kini Dibawa ke RSJ

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Sabtu, 24 Sep 2022 09:34 WIB
Ilustrasi Penganiayaan
Ilustrasi penganiayaan (Foto: istimewa)
Jakarta -

Seorang bocah berusia 6 tahun di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diduga dianiaya oleh ibu kandungnya. Ibu bocah itu diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

"Berdasarkan keterangan warga sekitar dan keluarga, memang yang bersangkutan berstatus ODGJ. Pernah dirawat juga di RSJ," kata Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Siswo Tarigan, saat dimintai konfirmasi, Sabtu (24/9/2022).

Dia mengatakan ibu bocah tersebut telah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Marzoeki Mahdi, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Polisi masih menunggu keterangan ahli untuk menentukan kelanjutan proses hukum.

"Udah kita kirim ke RSJ MM. Sementara kita fokus dulu mendapatkan hasil dari keterangan ahli. Nanti keterangan ahli yang akan jadi rujukan kami untuk langkah lebih lanjut," ujarnya.

Sebelumnya, seorang bocah berusia 6 tahun diduga mengalami kekerasan. Wajah korban penuh luka usai diduga dianiaya ibunya.

Foto wajah korban tersebar di media sosial. Korban tinggal di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kapolsek Jonggol Kompol Mulyadi Asep Fajar membenarkan bocah tersebut tinggal di Jonggol. Polisi awalnya mendapatkan informasi korban disekap di sebuah ruangan di rumahnya.

"Polsek Jonggol menerima pengaduan dari masyarakat terkait adanya satu orang anak laki-laki yang disekap di sebuah ruangan rumah," kata Asep melalui keterangannya, Rabu (21/9).

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (17/9). Menerima laporan dari masyarakat, polisi segera menuju ke lokasi.

"Korban diduga telah mengalami penganiayaan atau tindak kekerasan oleh orang tuanya (ibu)," ucapnya.

Simak juga '10 Hektare Lahan dan Hutan di Semeru Terbakar, Satu ODGJ Diamankan':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT