Alasan Jaksa Jemput Hasnaeni 'Wanita Emas'

ADVERTISEMENT

Alasan Jaksa Jemput Hasnaeni 'Wanita Emas'

Silvia Ng - detikNews
Jumat, 23 Sep 2022 15:01 WIB
Hasnaeni Wanita Emas Histeris Saat Ditahan Kejagung (Silvia Ng/detikcom)
Hasnaeni 'Wanita Emas' histeris saat ditahan Kejagung. (Silvia Ng/detikcom)
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap alasan mengapa pihaknya menjemput paksa Hasnaeni 'wanita emas'. Menurut Kejagung, Hasnaeni tidak kooperatif.

"Yang bersangkutan sudah beberapa kali sudah dilakukan pemanggilan. Artinya tidak kooperatif. Oleh karena itu, dari penyidik melakukan penjemputan kepada yang bersangkutan," ujar Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Kuntadi saat jumpa pers di kantornya, Kamis (22/9).

Kuntadi mengatakan pihaknya menjemput paksa Hasnaeni di rumah sakit. Menurutnya, Hasnaeni pura-pura sakit agar dirawat di rumah sakit.

"Jadi begini ya, tadi malam yang bersangkutan datang ke Rumah Sakit MMC untuk minta dirawat, bukan dirawat karena sedang sakit. Atas dasar kondisi tersebut, setelah kita konsultasikan dengan pihak manajemen dan dokter yang bersangkutan, kita juga membawa dokter. Kesimpulannya, yang bersangkutan dalam keadaan sehat dan bisa dihadirkan di kejaksaan," kata Kuntadi.

Setelah dokter menyatakan Hasnaeni sehat, pihak kejaksaan melakukan jemput paksa Hasnaeni dari rumah sakit dan dibawa ke Kejaksaan Agung. Pada Kamis (22/9), Hasnaeni diperiksa dan ditetapkan sebagai tersangka hingga ditahan penyidik.

Diketahui, dalam kasus dugaan penyalahgunaan dana PT Waskita Beton Precast (WBP) pada 2016-2020 ini, Kejagung telah menetapkan total tujuh orang tersangka, yakni:

1. Direktur Pemasaran PT Waskita Beton Precast Tbk periode 2016-2020, Agus Wantoro
2. General Manager Pemasaran PT Waskita Beton Precast Tbk periode 2016-Agustus 2020, Agus Prihatmono
3. Staf Ahli Pemasaran (expert) PT Waskita Beton Precast, Benny Prastowo
4. Pensiunan Karyawan PT Waskita Beton Precast Tbk, Anugrianto
5. Direktur Utama PT Misi Mulia Metrical, Hasnaeni
6. Pensiunan Karyawan BUMN PT Waskita Beton Precast, KJH
7. Mantan Direktur Utama PT Waskita Beton Precast, Jarot Subana

Dalam kasus ini, JS tidak ditahan Kejagung karena telah menjalani pidana di Lapas Sukamiskin karena terjerat dalam kasus korupsi yang diusut KPK terkait pelaksanaan subkontrak fiktif pada proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya.

Kuntadi mengatakan Hasnaeni atau 'wanita emas' yang merupakan Direktur PT Misi Mulia Metrical (PT MMM) diketahui menawarkan pekerjaan ke PT Waskita Beton Precast dengan dalih terlibat pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak senilai Rp 341.692.728.000. Hasnaeni menawarkan pekerjaan kepada PT Waskita Beton Precast dengan syarat PT Waskita yang menyetorkan sejumlah uang kepada PT Misi Mulia Metrical.

Dirdik Jampidsus Kejagung Kuntadi mengatakan, demi mendapatkan proyek pekerjaan itu, PT WBP menyanggupi permintaan Hasnaeni. PT WBP melalui general manager-nya berinisial HJ, yang juga ditetapkan tersangka, menyetor Rp 16,8 triliun ke PT MMM. Uang itu kemudian digunakan untuk kepentingan pribadi Hasnaeni.

Simak video 'Hasnaeni 'Wanita Emas' Tersangka Korupsi Ternyata Dulunya Artis':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT